Sejumlah laporan dari media Italia mengindikasikan bahwa klub akan mengirimkan Morata ke Galatasaray dengan skema peminjaman yang disertai opsi atau kewajiban pembelian permanen.
Baca Juga: Khusus Wanita, Sepatu Gaya untuk Merayakan Hari Kasih Sayang dengan Valentine Jordan 3
Kepergian Morata justru semakin memperburuk kondisi lini serang Milan.
Saat ini, tim asuhan Sergio Conceicao hanya memiliki tiga penyerang tengah di skuad utama, termasuk Morata.
Jika ia benar-benar hengkang, maka Milan hanya akan menyisakan dua striker, yakni Tammy Abraham dan Luka Jovic.
Baca Juga: Semen Padang Berharap Bruno Gomes Dongkrak Performa Kabau Sirah
Sementara itu, Milan memang dikaitkan dengan striker Feyenoord, Santiago Gimenez, sebagai opsi pengganti Morata.
Namun, hingga kini negosiasi masih berjalan alot tanpa perkembangan berarti.
Klub asal Rotterdam tersebut enggan melepas Gimenez pada bursa transfer musim dingin ini karena masih mengandalkan jasanya untuk bersaing di berbagai kompetisi.
Baca Juga: Thailand Masters 2025: Butuh 36 Menit Pasangan Dejan Ferdinansyah dan Siti Fadia Ke Semifinal
Kondisi ini membuat AC Milan berada dalam situasi yang kurang ideal.
Dengan lini serang yang belum tajam, mereka harus mencari solusi cepat untuk mendatangkan striker baru sebelum bursa transfer ditutup.
Terlebih lagi, Milan masih bersaing di tiga kompetisi besar, yakni Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia.
Jika gagal menambah amunisi di lini depan, peluang mereka untuk meraih hasil maksimal di berbagai ajang bisa terancam.
Kini, AC Milan dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan Morata yang belum tampil maksimal atau mencari striker baru dengan waktu yang semakin menipis.***