Tim asuhan Farkhod Nishonov mendapat pengakuan sebagai salah satu tim terkuat di Asia, sebagaimana diungkapkan oleh pelatih Yaman, Mohammed Hasan Albadani.
Baca Juga: Kompetisi LaLiga Alami Kenaikan Jumlah Penonton pada Paruh Pertama Musim 2024/2025
Setelah timnya kalah dari Uzbekistan, Albadani menilai bahwa lawan mereka memiliki kualitas yang sangat tinggi.
"Kekalahan adalah hal yang wajar dalam sepak bola," ujar Albadani, dikutip dari situs resmi AFC.
"Tapi kami harus mengakui bahwa kami menghadapi salah satu tim terkuat di Asia," lanjutnya.
Baca Juga: Kartu Merah Kim Jong-Un, Pertandingan Tottenham Dilarang Tayang di Korea Utara karena Alasan Aneh
Meski kalah, Albadani tetap merasa puas dengan performa timnya yang mampu meredam agresivitas Uzbekistan sepanjang laga.
Menurutnya, Yaman sempat memberikan perlawanan, tetapi kurang beruntung dalam penyelesaian akhir.
"Perbedaan level antara kami dan Uzbekistan memang cukup jauh, tetapi kami bisa menghentikan mereka dalam banyak kesempatan," ujarnya.
Baca Juga: Mikel Arteta: Beberapa Minggu ke Depan akan Menjadi Masa Kritis Bagi Arsenal
"Pada babak kedua, kami sebenarnya punya keuntungan, tetapi keberuntungan belum berpihak kepada kami," tambahnya.
Komentar Albadani ini menjadi peringatan bagi Timnas U-20 Indonesia untuk lebih waspada menghadapi Uzbekistan.
Dengan sejarah pertemuan yang kurang menguntungkan dan hasil kurang baik di laga pembuka, Indra Sjafri perlu menyiapkan strategi terbaik agar Garuda Nusantara bisa memberikan perlawanan optimal di laga nanti.
Uzbekistan yang berstatus sebagai juara bertahan tentu bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Namun, Timnas U-20 Indonesia masih memiliki peluang untuk memperbaiki performa dan mendapatkan hasil lebih baik di laga kedua Piala Asia U-20 2025 ini.