Lebih lanjut diutarakan saat kilometer pertama sangat lambat dan kemudian tiba-tiba kecepatan meningkat dan seperti itu sepanjang jalan.
Dan kemudian di tengah jalan, ia seperti itu hampir menjadi waktu PB [personal best].
"Kami berlari sangat cepat dan saya seperti, ‘Ini Boston, ini terlalu cepat untuk Boston.’ Saya harus mulai berpikir, ‘Jika saya berlari dengan kecepatan ini, apakah saya dapat mempertahankannya sampai garis finis? Atau haruskah saya memperlambat?’
Baca Juga: Tiga Pilar Olah Raga dan Ideologi di Korea Utara
Begitu banyak hal yang saya coba cari tahu. Tetapi semuanya berjalan dengan baik. Ia percaya pada pelatihannya.
Ia ditanya apa perbedaan terbesar yang Anda rasakan saat mengenakan Velociti Elite 3 yang Anda kenakan untuk Boston dibandingkan dengan model sebelumnya?
"Saya cukup beruntung bisa berlatih dan berlari dengan sepatu ini selama beberapa waktu. Saya mendapatkannya tahun lalu sebelum Olimpiade, tetapi saat itu belum disetujui," ujarnya.
Baca Juga: Red Sparks Makin Runyam, Pemain Penting Ini Angkat Kaki Jejaki Megawati dan Bukilic
"Saya mendapat kesempatan untuk berlomba dengan sepatu ini di New York dan kemudian lagi [di Boston] dan setengah lintasan pada bulan Maret, dan saya juga telah melakukan banyak lari jarak jauh dengan sepatu ini."
Lokedi sangat percaya diri, karena tahu ini adalah sesuatu yang biasa dilakukan, ini adalah sepatu yang ia kenal dan sangat membantunya.
"Ketika sepatu ini dibuat, saya menjadi bagian penting dari pembuatannya. Mengetahui bahwa umpan balik dan semua hal yang dilakukan membuat sepatu ini membuat saya sangat percaya diri. Sepatu pertama terasa lebih kuat," ungkap Lokedi.
Baca Juga: Pengundian Kualifikasi Piala Asia Wanita U-20 AFC 2026 Digelar Awal Pekan Depan
"Sepatu ini, saya merasa lebih bisa mengendalikan kaki dan cara saya berlari," tandasnya.
Mengingat lintasan yang dilalui, Anda mulai dengan menuruni bukit dan kemudian naik ke setengah lintasan, tetapi meskipun dengan medan yang berbeda.
"Saya tetap merasakan hentakan, saya tetap merasakan dukungan. Saya memiliki semua hal yang saya butuhkan untuk menyelesaikannya garis."
Artikel Terkait
Persija Jakarta Bidik Empat Besar Liga 1, Fokus Menang di Lima Laga Tersisa
Undian Piala Asia: Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Grup Neraka, Vietnam Diuntungkan
Coppa Italia: Final Pertama Bologna Dalam 51 Tahun, Milan Bertekad Menang Setelah 22 Tahun
Wojciech Szczesny Kalah Dalam Pertarungan Melawan Kebiasaan Merokok
Dia Tidak Bisa Disalahkan Real Madrid, Ancelotti Menerima Dukungan dari Rekan Manajer Barcelona
Ronaldo Gemuk Raup Triliunan Usai Tinggalkan Impian Jadi Presiden