Peluncuran warna pertama Hypervenom pun mencuri perhatian.
Baca Juga: Dipanggil Patrick Kluivert, Stefano Lilipaly: Untuk Timnas Indonesia Saya Selalu Siap
Warna oranye yang ikonik, diambil dari warna kotak sepatu Nike, dipadukan dengan desain Swoosh terbalik dari Mercurial, memberikan kesan familiar namun tetap segar.
Namun, daya tarik utama Hypervenom tak lepas dari sosok Neymar.
Saat itu, Cristiano Ronaldo masih menjadi wajah utama Nike, tetapi dengan hadirnya Hypervenom, Nike menciptakan identitas baru untuk tipe pemain yang berbeda.
Baca Juga: Manchester United Tiba-tiba Ngebut, Habiskan Banyak Uang untuk Rekrut 'Mutan' dari Brasil
Neymar menjadi figur sempurna untuk itu.
Debut Hypervenom bertepatan dengan kepindahan Neymar ke Barcelona dan menjelang Piala Dunia 2014 di Brasil.
Peluncurannya di Rio de Janeiro menjadi momen penting yang memperkuat positioning Hypervenom sebagai sepatu masa depan.
Baca Juga: Absennya Milan di Eropa Milan Tekor Rp 1,3 Triliun
Neymar juga menjadi bintang dalam berbagai kampanye Nike, seperti film “Winner Stays,” “Last Game,” dan iklan pribadi “Mirrors.”
Bahkan, saat memasuki babak gugur Piala Dunia, ia mengenakan edisi khusus Hypervenom berwarna emas.
Sayangnya, Neymar harus absen setelah mengalami cedera melawan Kolombia.
Baca Juga: Bikin Marah Publik, Gelandang Naturalisasi Indonesia Dianggap Berkhayal dan Bodoh
Hypervenom juga dikenakan oleh bintang besar lain seperti Higuain, Ibrahimovic, dan Rooney.
Artikel Terkait
Momen Mobil Scott McTominay Diserbu Fans Napoli
Conte Percaya Takhayul, Minta Fans Jangan Bawa Bendera Ini Jika Napoli Ingin Scudetto
Tawuran di SEA Games Terekspos ke Seluruh Dunia dan Transformasi Spektakuler Sepak Bola Asia Tenggara
Banyak Atlet Wanita Percaya Perbedaan dalam Perkembangan Jenis Kelamin
Media China Soroti 32 Pemain Timnas Indonesia yang Dipanggil Patrick Kluivert