Bayangkan polo bekas, visual buram, dan sikap "terima atau tinggalkan" yang telah bergema jauh di luar lapangan golf.
Berkolaborasi dengan adidas – dan khususnya adidas Skateboarding – terasa seperti peningkatan alami. Ini bukan kolaborasi yang sopan; ini adalah benturan subkultur.
Golf bertemu sepak bola, skateboard bertemu streetwear, dan di suatu tempat di tengahnya terdapat Predator Sala yang menolak untuk dikotak-kotakkan.
Baca Juga: Kekacauan Piala Afrika: Pemain Senegal Protes Tinggalkan Lapangan tapi Akhirnya Juara
Yang membuat rilisan ini sukses adalah keserbagunaannya. Metalwood x adidas Predator Sala tidak bertanya di mana Anda memakainya – hanya bagaimana.
Sepatu ini dirancang untuk pemain indoor, digemari oleh skater, didambakan di lapangan golf, dan ditata untuk gaya jalanan. Sebuah pengingat bahwa sepatu sepak bola selalu lebih dari sekadar performa; itu adalah identitas.
Dalam lanskap yang terobsesi dengan sepatu kecepatan dan inovasi hiper-teknis, Metalwood dan adidas mengambil jalan yang berbeda – lebih lambat, lebih berantakan, dan jauh lebih keren.
Bukan untuk klub golf. Bukan untuk lapangan golf yang murni. Justru itulah intinya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Aime Leon Dore Perluas Kolaborasi Basket dengan New Balance lewat Fresh Foam BB v3
Hansi Flick Bereaksi Terhadap Kontroversi Wasit Setelah Barcelona Kalah dari Real Sociedad
Toni Kroos Ungkap Kesulitan Real Madrid, Butuh Kekacauan di Lapangan untuk Menang
Piala Afrika Makan Korban, Wajah Pemain Maroko Berlumuran Darah
Aksi Ronaldo Keterlaluan Mengundang Reaksi Warganet