Temuan ini menunjukkan penyimpangan drastis dari penekanan tradisional dalam mekanika pukulan yang berfokus di sekitar pergelangan tangan.
Telah ditemukan bahwa pemain kelas dunia menggunakan sejumlah besar tenaga dalam forehand underarm dan servis bersih dengan cara pronasi lengan bawah dan memutar lengan atas ke arah medial sementara backhand bersih bergantung pada supinasi lengan bawah dan rotasi lateral lengan atas.
Meskipun kontribusi gerakan pergelangan tangan telah berkurang, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan kelompok otot yang berkontribusi terhadap kekuatan pukulan ini.
Baca Juga: Leylah Fernandez Menyulap Sepak Bolanya dengan Rok Mini
Biomekanika yang Diterapkan Selama Forehand Overhead Jump Smash
Forehand overhead jump smash adalah salah satu pukulan paling penting dan agresif dalam bulu tangkis.
Penelitian tentang pukulan ini mengungkapkan bahwa kecepatan sudut siku yang lebih tinggi berkorelasi dengan kecepatan rana yang lebih tinggi selama jump smash.
Waktu aktivitas otot juga penting untuk kinerja smash yang optimal. Studi tentang hubungan temporal-spasial antara aktivitas otot dan pelaksanaan smash telah menunjukkan bahwa kontrol otot-otot distal di tungkai atas sangat penting untuk akurasi dan kecepatan.
Baca Juga: Nike GT Future Dirilis untuk Liburan 2025 dengan Harga Rp 3,1 Juta
Studi perbandingan pada pukulan forehand dan backhand telah menunjukkan perbedaan biomekanik utama dalam kecepatan sudut dan aktivasi otot.
Pemain yang terampil dilaporkan menghasilkan kecepatan sudut yang sangat tinggi dalam gerakan rotasi eksternal glenohumeral, supinasi siku, dan ekstensi pergelangan tangan saat melakukan pukulan backhand. Perbedaan relatif lebih kecil pada pukulan forehand.
Oleh karena itu, ini menunjukkan fakta bahwa meskipun pemain cenderung lebih sering melakukan pukulan forehand, pemain lebih fokus mengembangkan pukulan backhand mereka sepanjang karier mereka.
Analisis komprehensif aktivitas EMG permukaan menunjukkan bahwa jump smash memerlukan aktivasi EMG yang lebih besar sebelum kontak dengan shuttlecock daripada smash biasa untuk memastikan bahwa aktivasi otot tercapai sebelum benturan untuk mencapai kecepatan shuttlecock yang tinggi.
Biomekanika yang Diterapkan Selama Pukulan Backhand Overhead
Di antara pukulan backhand overhead ini, seperti smash, clear, dan drop shot, studi biomekanik smash telah memajukan pemahaman tentang pelaksanaan pukulan.
Penelitian terkini telah membuktikan bahwa ekstensi sudut bahu dan percepatan sudut pergelangan tangan selama fase awal pukulan tertentu dapat menghasilkan kecepatan shuttlecock yang lebih besar.
Artikel Terkait
Juventus Ucapkan Selamat Tinggal Liga Champions
3 Fakta Menarik Hattrick Mbappe Bersama Real Madrid Singkirkan Manchester City
Jude Bellingham Dihukum 2 Laga, Real Madrid Ajukan Banding dengan Video Cristiano Ronaldo
Dewa United Gelar Latihan di Banten International Stadium, Jajaki Jadi Home Base
Pelatih IBK Altos Keluhkan Performa Tim di Penghujung Liga Voli Korea 2024-2025