Ditegaskan oleh Lilik, sport science diperlukan untuk mengetahui kondisi seorang atlet, baik pada saat pelatihan maupun dalam perkembangan sehari-hari.
"Apalagi atlet zaman sekarang yang merupakan Gen Z. Kita harus tahu cara menghadapinya, terutama dalam hal yang berkaitan dengan psikologi atlet," kata Lilik.
Lilik punya mimpi besar agar Indonesia bisa memiliki fasilitas sport science yang representatif seperti yang dimiliki negara Korea Selatan.
Baca Juga: Michael Qualls Pimpin Average Points IBL 2025 Dibayangi Quintin Dove
"Korea dan Indonesia hari kemerdekaannya gak jauh, tapi mengapa mereka bisa punya pusat sport science yang terbaik di dunia, sementara kita tidak," ucap Lilik.
Oleh karena itu, KONI Pusat terus bertekad untuk menggencarkan sosialisasi pentingnya peran sport science dalam mendongkrak prestasi atlet di event olahraga dunia, seperti Olimpiade.
"Kita punya target pada 2045 Indonesia akan masuk 5 besar Olimpiade," ucap Lilik. "Itu kelihatannya masih lama tapi sebenarnya tidak, karena pembinaan atlet butuh waktu dan harus dibarengi dengan pendekatan sport science," ujarnya.
Artikel Terkait
Bagaimana Psikologi Olahraga Dapat Meningkatkan Performa Atlet?
PBSI Sport Science Analytics, Ikhtiar Mencapai Prestasi Tertinggi di Olimpiade Los Angeles 2028
Kampanye Perdana Program Belajar Sport Science Bersama KONI Dimulai
Mengenal Trombosis Vena di Bahu, Cedera yang Memaksa Wembanyama Absen dari NBA