Artinya, kekuatan pukulan petinju dihasilkan oleh ekstremitas bawah, sementara badan dan lengan bertindak sebagai kendaraan untuk menyalurkan gaya tersebut.
Petinju yang paling berpengalaman menggunakan aktivasi kaki secara signifikan lebih banyak dibandingkan dengan petinju yang kurang berpengalaman.
Hal ini terlihat dari kontribusi kaki terhadap total kekuatan yang mencapai 38,6% untuk petinju berpengalaman vs 32,2% untuk petinju menengah, dan 16,5% untuk petinju pemula.
Studi yang sama mengamati perbandingan gaya tinju: petinju KO vs gaya lainnya. Dalam hal ini, kontribusi kaki terhadap total kekuatan adalah 38,6% untuk petinju KO vs 32,6% untuk petinju gaya lainnya.
Kita dapat mempelajari tiga pelajaran ilmiah dari hal ini. Pertama, stabilitas yang lebih baik sangat penting untuk dapat mentransfer kekuatan.
Otot inti adalah otot postural, bukan otot fasik, sehingga dilatih secara berbeda. Kedua, petinju harus belajar dan menekankan penggunaan kaki mereka untuk menghasilkan tenaga.
Baca Juga: PSG 4-0 Real Madrid: Serangan Skuat Enrique Kejam, Los Blancos Babak Belur
Ini bergantung pada pelatihan keterampilan. Ketiga, petinju perlu mengembangkan kekuatan dan tenaga kaki melalui latihan aksial dan longitudinal pada kaki dan bokong.
Ilmu tinju lebih dari sekadar menghubungkan kinetik. Tinju sangat strategis. Pertarungan melibatkan pukulan dan serangan balik, serta penyesuaian gaya bertarung satu sama lain.
Hal ini melibatkan penghematan energi dan penggunaan energi secara bijak di sepanjang ronde. Tinju bukan hanya tentang memukul.
Baca Juga: Clint VS Kounde: Kolaborasi Sepak Bola Terhebat di Paris Fashion Week
Ini juga tentang menghindari pukulan. Gerakan kepala dan kaki penting, begitu pula dengan slipping, rolling, dan ducking.
Petinju harus menggunakan kombinasi pukulan jab, cross, hook, dan uppercut dalam urutan dan cara yang optimal. Tidak ada resep yang sempurna.
Semua ini bergantung pada bakat dan pelatihan. Tinju juga memiliki aspek psikologis yang sangat berat.
Artikel Terkait
La Liga Tolak Permintaan Penundaan Real Madrid untuk Memulai Musim Ini
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di Dunia 2025, Nomor 1 Masih Ronaldo
Dibantai PSG 4-0, Xabi Alonso Sebut Level Real Madrid Kalah Kelas
Ketahuan Kemplang Pajak, Carlo Ancelotti Dijatuhi Hukuman Penjara Satu Tahun
Xabi Alonso Janjikan Era Baru Real Madrid setelah Kekalahan Menyakitkan dari PSG