Jangan Khawatir Kelola Panas dengan Aman

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 23 Juli 2025 | 22:05 WIB
Keringat sebagian besar terdiri dari air dari plasma darah Anda dan ketika keringat mencapai kulit.
Keringat sebagian besar terdiri dari air dari plasma darah Anda dan ketika keringat mencapai kulit.

SportlinkNews - Suhu belum pernah setinggi ini selama beberapa dekade. Kondisi panas ekstrem dapat menyebabkan banyak dampak kesehatan negatif seperti sengatan panas, rawat inap, dan kematian.

Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa paparan suhu tinggi yang konsisten telah dikaitkan dengan peningkatan mortalitas dan morbiditas kardiovaskular.

Paparan suhu lingkungan yang panas dan lembap memengaruhi fungsi fisiologis, terutama selama aktivitas fisik atau olahraga.

Baca Juga: Gangguan Vena yang Kurang Terdiagnosis Memengaruhi 4 dari 10 Orang Amerika

Untuk menjaga homeostasis dan menjaga suhu tubuh kita dalam kisaran yang diinginkan, tubuh akan mulai berkeringat dan mengalirkan lebih banyak darah ke kulit untuk menurunkan suhu tubuh secara keseluruhan.

Keringat sebagian besar terdiri dari air dari plasma darah Anda dan ketika keringat mencapai kulit, air tersebut menguap sehingga menyebabkan efek pendinginan.

Peningkatan aliran darah ke kulit difasilitasi oleh curah jantung yang lebih tinggi yang didorong oleh peningkatan denyut jantung dan volume sekuncup.

Baca Juga: Merapat ke Malut United FC, Riyan Ardiansyah Menambah Daftar Pemain Jebolan PSIS

Meskipun penyesuaian ini sangat penting untuk pendinginan, peningkatan denyut jantung dan volume sekuncup membutuhkan beban kerja yang lebih tinggi pada jantung.

Selain itu, ketika seseorang tidak dapat mengganti kehilangan keringatnya dengan asupan cairan, tubuhnya akan mengalami dehidrasi secara perlahan.

Dalam kondisi hipohidrasi, volume darah yang bersirkulasi berkurang karena hilangnya keringat, sehingga jantung mengalami tekanan tambahan.

Dikombinasikan dengan masalah lain seperti kondisi protrombotik, peradangan, dan faktor risiko lainnya, stres akibat panas saat istirahat atau aktivitas fisik dapat berbahaya.

Baca Juga: Lagi-lagi Kontroversi Malaysia, Dicurigai Manipulasi Usia Pemain Setelah Tersingkir dari ASEAN Cup U23 

Oleh karena itu, Manuel Munoz II adalah mahasiswa tingkat akhir S1 di University of Montevallo yang mempelajari Ilmu Olahraga dan Nutrisi dari Samson, Alabama, mengimbau semua orang untuk memprioritaskan keselamatan mereka saat cuaca panas.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: thesportdigest

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X