Pada bentuk paling dasarnya, elastomer ini adalah material karet dengan molekul panjang seperti rantai yang dapat diatur di bawah medan listrik.
Zhang, Wu, dan tim menggunakan elastomer pada bilah (atau permukaan) dayung untuk mengontrol kekakuan dayung. Para peneliti menyiapkan elastomer menggunakan serangkaian reaksi kimia sebelum disalurkan ke dalam cetakan berlistrik.
Bilah dayung ini terdiri dari beberapa material. Pertama, kayu dayung itu sendiri, lalu lapisan film tembaga, diikuti elastomer cetak dan elektroda datar, semuanya dilapisi film karet tipis.
Di bagian belakang dayung terdapat baterai yang, ketika dinyalakan, menciptakan medan listrik antara lapisan tembaga dan elektroda. Medan ini kemudian mengendalikan kekakuan elastomer dan, selanjutnya, dayung itu sendiri.
Melalui serangkaian pengujian, para peneliti melihat peningkatan 11% dalam kecepatan bola yang meninggalkan dayung ketika baterai dinyalakan.
Ketika bola memantul dari dayung pingpong, semakin tidak kaku dayungnya, semakin lambat bola akan terlempar. Hal ini disebabkan oleh sebagian energi kinetik bola yang diserap oleh tumbukan inelastis antara bola dan dayung.
Baca Juga: Piala Kemerdekaan 2025: Garuda Asia Ditahan Tajikistan, Kemenangan Buyar di Menit ke-90
Dengan fenomena ini, para peneliti menyatakan bahwa dayung tersebut dapat digunakan dalam pelatihan pingpong profesional untuk menghasilkan rentetan kecepatan balik yang berbeda menggunakan robot pingpong dengan dayung pintar.
Artikel Terkait
16 Atlet Lolos Seleksi Nasional Tenis Meja Piala Menpora, Siap Bela Indonesia di SEA Games 2025
Kabar Buruk dari Real Madrid! Bellingham Belum Kembali Beraksi Sebelum November
Peringkat Seragam Tandang Klub Liga Primer Inggris Musim 2025/26, Arsenal Peringkat 3
Barcelona Mencapai Kesepakatan untuk Merekrut Dua Bintang Muda Afrika, tapi Dititipkan di La Masia
Timnas Indonesia Bertekad Kalahkan Vietnam dan Thailand, Resmi Bersaing Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia