ISS 2025 Dibuka, Menpora Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Baru Industri Olahraga Dunia

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 20:27 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, dalam pemaparan mengenai peta industri olahraga global di fokus utama Indonesia Sports Summit (ISS) 2025, di Indonesia Arena, Sabtu, 6 Desember 2025 (KEMENPORA)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, dalam pemaparan mengenai peta industri olahraga global di fokus utama Indonesia Sports Summit (ISS) 2025, di Indonesia Arena, Sabtu, 6 Desember 2025 (KEMENPORA)

SportlinkNews - Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 resmi di buka Sabtu ini, 6 Desember 2025.

Berlangsung selama dua hari di Indonesia Arena, diisi dengan beberapa agenda, seperti main forum, exhibition dan industry paviliun, partnership dan matchmaking, serta experience zone, dan job fair. 

ISS ini merupakan sebuah forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lintas sektor. 

Mendorong kolaborasi, investasi serta inovasi di bidang olahraga, termasuk penguatan peran UMKM dan sport tourism sebagai penggerak ekonomi daerah. 

Baca Juga: Tim Bulu Tangkis Indonesia Hadapi Myanmar di Pembuka SEA Games 2025

Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 dibuka dengan pemaparan Menpora Erick Thohir mengenai peta besar industri olahraga dunia.

Dalam keynote speech-nya, Erick langsung mengarahkan perhatian peserta pada realitas global yang menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi sektor olahraga. 

Ia menyebut bahwa saat ini sekitar 40 persen industri olahraga dunia dikuasai Amerika Serikat, dengan nilai total penjualan mencapai US$521 miliar pada tahun 2024.

Melihat komposisi pasar yang begitu besar, Erick mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia untuk mulai mengubah cara pandang dan pola pikir yang mendorong tranformasi sektor olahraga nasional. 

Baca Juga: KONII Pusat Sampaikan Pesan Khusus untuk Pengurus PB PSAWI yang Baru Dilantik

Menurutnya, Indonesia harus berani memantapkan visi untuk menjadi kekuatan baru dalam pengembangan industri olahraga, bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai pemain utama dalam ekosistem global.

Erick menilai bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk melangkah ke level yang lebih tinggi. Dengan pengalaman menjadi tuan rumah di beberapa event Asia hingga dunia. 

"Kita punya pengalaman menjadi tuan rumah ajang-ajang dunia—Asian Games 2018, MotoGP, Piala Dunia U-17, hingga Piala Dunia Basket. Kalau kita mau, Indonesia bisa menjadi kekuatan baru dalam industri olahraga dunia," ujar Erick.

Baca Juga: Tak Dapat Menit Main di Belanda, Trio Diaspora Timnas Indonesia Bidik Kesempatan di SEA Games

Mantan Menteri BUMN ini menekankan bahwa ambisi besar tersebut tidak akan tercapai tanpa kerja bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi lintas lembaga, mulai dari kementerian hingga pemerintah daerah, dianggap sebagai fondasi utama untuk menyatukan arah dan memperkuat ekosistem olahraga nasional.

Menurutnya, konsistensi antar-pengambil kebijakan adalah elemen yang tidak boleh diabaikan.

Erick mengingatkan bahwa kebijakan yang saling bertentangan justru akan menghambat pertumbuhan industri olahraga dan menggagalkan berbagai program strategis.

Baca Juga: Messi Hadir di Piala Dunia 2026 sebagai Penonton, Isyarat Buruk bagi Argentina?

"Kalau para pembuat kebijakan saling bertolak belakang, pasti sulit. Kita harus melahirkan kebijakan yang memudahkan, namun tetap patuh pada aturan administrasi," tegas Erick.

Salah satu unsur penting untuk mendukung industri olahraga adalah Policy Maker atau pengambil kebijakan.

Jangan sampai pemangku kepentingan mengeluarkan kebijakan yang kontradiktif sehingga dapat menghalangi pengembangan industri olahraga. 

"Kalau para pengambil kebijakan saling bertentangan, pembangunan tidak akan berjalan. Kita harus membuat regulasi yang sederhana namun tetap taat administrasi," ucapnya.

Baca Juga: Pengundian Piala Dunia 2026: Enam Tim yang Belum Ditentukan akan Diumumkan Maret 2026

"Karena itu, kami tengah memangkas 191 peraturan menteri menjadi kurang dari 10," tukas Erick menambahkan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X