SportlinkNews - Orang dengan gangguan kesehatan mental menghadapi risiko cedera fisik yang jauh lebih tinggi, menurut studi terbaru dari University of Michigan.
Jenis cedera yang dimaksud meliputi cedera tidak disengaja, seperti jatuh atau kecelakaan lalu lintas, serta cedera akibat melukai diri sendiri maupun kekerasan dari orang lain.
Hasil penelitian ini menekankan kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan pencegahan cedera ke dalam perawatan kesehatan mental. Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Nature Mental Health.
Baca Juga: Menpora Erick Thohir Bidik Kota Bandung sebagai Kota Wisata Olahraga
Sebelumnya, penelitian memang sudah menunjukkan bahwa individu dengan gangguan kesehatan mental lebih rentan terhadap penyakit fisik kronis seiring bertambahnya usia. Namun, perhatian terhadap kerentanan mereka terhadap cedera fisik masih terbatas.
Studi-studi sebelumnya lebih banyak menyoroti cedera yang disengaja. Mulai dari percobaan bunuh diri, melukai diri sendiri, dan menjadi korban kekerasan.
“Peran kesehatan mental terhadap cedera tidak disengaja—jenis cedera yang paling umum—masih belum dipahami dengan baik,” kata Leah Richmond-Rakerd, penulis utama studi sekaligus asisten profesor psikologi dikutip Medical Xpress.
Menurutnya, cedera merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting. Cedera menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di Amerika Serikat maupun secara global, serta menjadi sumber rasa sakit, disabilitas, dan hilangnya produktivitas.
Meski cedera tidak disengaja menyumbang sebagian besar kasus, faktor kesehatan mental jarang diperhitungkan sebagai penyebab potensial.
Untuk menutup celah tersebut, para peneliti menganalisis data administrasi populasi dari hampir 5 juta orang di Norwegia dan Selandia Baru. Kondisi kesehatan mental diidentifikasi melalui catatan perawatan primer dan rawat inap rumah sakit, sementara cedera dicatat dari data serupa serta klaim asuransi cedera. Para peserta diikuti selama 14 hingga 30 tahun.
Baca Juga: Kehilangan Tiga Pemain Asing, Persija Tak Gentar Hadapi Persib
Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan gangguan kesehatan mental memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera akibat melukai diri sendiri maupun serangan dari orang lain. Selain itu, mereka juga memiliki risiko signifikan mengalami cedera tidak disengaja, terutama cedera yang memengaruhi otak dan kepala.
Peningkatan risiko ini tidak bisa dijelaskan oleh cedera sebelumnya maupun latar belakang sosioekonomi.
Artikel Terkait
Liga Primer Bikin Program yang Membantu Remaja dengan Gangguan Kesehatan Mental
Manfaat Berenang Bagi Kesehatan Mental
Mantan Pelatih Brasil Tite Menjauh dari Sepak Bola, Fokus Kesehatan Mental dan Fisik
Sabalenka Minta Zverev Berbicara dengan Keluarganya Tentang Masalah Kesehatan Mental
Bermain Olahraga Remaja Dikaitkan dengan Kesehatan Mental yang Lebih Baik pada Orang Dewasa