SportlinkNews - Pola makan sehat ternyata bukan sekadar gaya hidup, tapi investasi nyata untuk menambah usia. Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Science Advances menunjukkan berapa banyak tahun tambahan yang bisa diperoleh seseorang hanya dengan mengubah menu sehari-hari.
Yanling Lv dari Huazhong University of Science and Technology, China, bersama timnya menganalisis data lebih dari 100.000 peserta UK Biobank. Basis data besar ini mencatat informasi genetik dan kesehatan mendalam dari setengah juta relawan.
Para peserta studi dipantau selama lebih dari 10 tahun melalui survei rutin yang menanyakan apa saja makanan yang mereka konsumsi dalam 24 jam terakhir.
Baca Juga: Prediksi Play-Off Babak Gugur Liga Champions Malam Ini, Juventus, Real Madrid, PSG Diunggulkan
Setiap peserta diberi skor berdasarkan seberapa dekat pola makan mereka dengan lima diet sehat yang sudah terbukti. Diet Mediterania (banyak lemak sehat, ikan, dan sayuran), Diabetes Risk Reduction Diet (makanan tinggi serat dan rendah gula), diet DASH (diet untuk menurunkan tekanan darah tinggi), diet berbasis nabati, dan AHEI (Alternative Healthy Eating Index). Selain itu, para peneliti juga menilai DNA peserta untuk 19 varian genetik yang terkait dengan umur panjang.
Selama periode penelitian, 4.314 peserta meninggal dunia. Dengan membandingkan data kematian, pola makan, dan risiko genetik, peneliti bisa memperkirakan berapa tambahan tahun hidup yang bisa diperoleh seseorang dengan mengikuti pola makan sehat.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa memilih pola makan yang tepat bisa memberi “bonus waktu hidup” nyata. Misalnya, seorang pria berusia 45 tahun yang mengikuti Diabetes Risk Reduction Diet bisa menambah usia harapan hidup sekitar 3 tahun.
Baca Juga: Klasemen Super League 2025/26 Pekan ke-20, Persija Memangkas Jarak Poin dengan Borneo FC
Sedangkan untuk yang wanita yang mengikuti pola diet tersebut mendapat tambahan 1,7 tahun. Bagi pengikut diet Mediterania, pria bisa menambah 2,2 tahun dan wanita 2,3 tahun.
Untuk indeks AHEI, pria diperkirakan menambah 4,3 tahun, sementara wanita 3,2 tahun. Pengikut diet berbasis nabati mendapat tambahan 2,1 tahun untuk pria dan 1,9 tahun untuk wanita. Semntara diet DASH memberi perkiraan tambahan 1,9 tahun untuk pria dan 1,8 tahun untuk wanita.
“Temuan ini menegaskan manfaat pola makan sehat dalam memperpanjang usia, terlepas dari faktor genetik yang dimiliki seseorang,” tulis tim peneliti dalam studi mereka.
Baca Juga: Leg Kedua AFC Champions League Two: Persib akan Tampil Beda di Laga Melawan Ratchaburi FC
Lebih lanjut, studi ini menyoroti makanan tertentu yang paling berpengaruh terhadap umur panjang, yaitu biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran.
Dengan begitu, setiap pilihan makanan harian bukan sekadar soal rasa atau kebiasaan, tapi juga memengaruhi berapa lama kita bisa hidup dan seberapa sehat usia tua kita.
Artikel Terkait
Buah yang Cocok untuk Booster Energi Secara Cepat, Rekomendasi untuk Gaya Hidup Sehat
Awet Muda, Hidup Sehat dari Pagi hingga Malam, Dokter Sarankan Ini yang Harus Dilakukan
Paddy Pimblett Ungkap Alasan Konsumsi Es Krim Usai Jalani Diet Ketat Jelang UFC 314
Manfaat Kopi Americano untuk Diet dan Olahraga: Fakta dan Tips Konsumsi
Tak Perlu Olahraga Berat, Aktivitas Sehari-hari Bisa Jadi Kunci Hidup Sehat