SportlinkNews - Pendekatan sport science dalam meningkatkan kualitas dan daya tahan pemain kembali dilakukan oleh Persebaya usai menjalani pertandingan pramusim 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang.
Usai menjalani pertandingan yang berakhir imbang 2-2 itu, para pemain diberikan waktu istirahat untuk kemudian menjalani serangkaian evaluasi fisik menggunakan pendekatan berbasis data guna melihat respons tubuh pemain setelah pertandingan.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menjelaskan bahwa pemantauan kondisi pemain menjadi bagian penting dalam proses persiapan tim.
Baca Juga: Persib Geber Persiapan Menuju Piala Presiden 2026, Igor Tolic Isyaratkan Rotasi Pemain
Terlebih, intensitas latihan dan pertandingan yang semakin meningkat menuntut setiap pemain berada dalam kondisi fisik terbaik.
Salah satu metode yang digunakan dalam sesi recovery kali ini adalah Counter Movement Jump (CMJ) Test.
Ini merupakan sebuah tes yang berfungsi untuk mengukur kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, hingga kesiapan pemain dalam menjalani program latihan berikutnya.
Baca Juga: Motivasi Kuat Berguinho Bikin Mariano Peralta Kenakan Jersey Persib
"Tes CMJ menjadi salah satu instrumen penting bagi kami untuk memantau kondisi fisik pemain," buka Diogo.
"Melalui tes ini, kami bisa mendapatkan data yang akurat mengenai kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, serta kesiapan pemain untuk menjalani latihan maupun pertandingan," tambahnya.
Menurut pelatih fisik asal Portugal tersebut, setiap pemain telah memiliki data dasar yang dikumpulkan sejak awal masa persiapan.
Baca Juga: Setelah Fabio Quartararo, Honda Rekrut Pembalap Muda Juara Moto3
Hasil tes terbaru kemudian dibandingkan dengan data acuan tersebut untuk melihat perubahan kondisi yang terjadi setelah pemain menjalani pertandingan.
"Kami memiliki data awal atau nilai acuan dari setiap pemain. Setelah itu, hasil tes akan dibandingkan dengan data tersebut untuk melihat perubahan kondisi fisik mereka."
"Dari sana kami bisa mengetahui apakah pemain berada dalam kondisi optimal, mengalami kelelahan, atau memiliki risiko cedera," ungkap Diogo.
Artikel Terkait
Menuju LA 2028, PBSI Terima Dukungan Peralatan Gymnasium dan Sport Science dari Kemenpora
Gencarkan Penerapan Sport Science, KONI Pusat Terima Paparan Formula Medicine Italia
Persebaya Gagal Taklukkan PSIS Semarang di Pertandingan Pramusim 99th Anniversarry Game
Bernardo Tavares Soroti Adaptasi Pemain Asing Baru Persebaya