Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan ketidaknyamanan yang terasa oleh klub yang bermarkas di Estadio Camp Nou itu terhadap kerjasama dengan merek asal Amerika tersebut.
Presiden Barcelona, yakni Joan Laporta, telah menegaskan niatnya dalam sebuah wawancara, merencanakan langkah yang mengubah lanskap fashion klub sepakbola terkenal ini.
Dikutip dari Sport, raksasa sepak bola Spanyol tersebut dapat memilih untuk memproduksi seragamnya sendiri jika mereka memilih mengakhiri kemitraannya dengan Nike.
Sebelumnya kerja sama El Barca dan Nike telah berlangsung lebih dari 25 tahun, dan keputusannya diperkirakan diambil beberapa hari mendatang.
Kemitraan antara kedua organisasi, yang dimulai pada 1998, telah ditinjau beberapa kali, dengan kontrak terbaru akan berakhir Juni 2028.
Baru-baru ini, ketidakpuasan Barcelona terhadap Nike terlihat selama beberapa bulan, sehingga mendorong klub mencari alternatif lain.
Puma termasuk salah satu merek yang paling tertarik untuk menggantikan Nike, dengan mengusulkan kesepakatan senilai sedikit di atas 100 juta euro (Rp1,7 triliun) per musim.
Itu merupakan peningkatan dari 85 juta euro (Rp1,4 triliun) per musim yang diterima dari Nike.
Artikel Terkait
4 Keputusan Penting NOC Indonesia, Keanggotaan PP PTMSI Dicabut
Dewa United Banten Menggila, Rookie Radhityo Wibowo Mempesona
All England 2024: Ajang 'Penebusan Dosa' Pebulutangkis Indonesia
Sahur Pertama Ditemani Pertandingan Chelsea dan Lazio
Cara Mengisi Bahan Bakar untuk Maraton, Ini Pentingnya Nutrisi