Mengoptimalkan Pelatihan Ketahanan untuk Rekomposisi Tubuh pada Wanita Pascamenopause

Suryansyah, Sportlink News
- Senin, 1 April 2024 | 07:05 WIB
Pelatihan resistensi (RT) telah muncul sebagai intervensi yang menjanjikan untuk mengurangi efek buruk dari menopause pada komposisi tubuh. (soultrain)
Pelatihan resistensi (RT) telah muncul sebagai intervensi yang menjanjikan untuk mengurangi efek buruk dari menopause pada komposisi tubuh. (soultrain)


SportlinkNews - Menopause merupakan fase kritis dalam kehidupan wanita, ditandai dengan berhentinya menstruasi secara permanen dan penurunan steroid gonad.

Penelitian ekstensif secara konsisten menunjukkan bahwa menopause disertai dengan perubahan komposisi tubuh yang merugikan, termasuk peningkatan timbunan lemak tubuh dan penurunan massa otot.

Seiring berjalannya waktu, perubahan ini dapat berkembang menjadi obesitas sarcopenic, suatu kondisi yang ditandai dengan adanya lemak tubuh yang berlebihan dan massa otot yang rendah.

Baca Juga: Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Gelar Sport Science

Obesitas sarcopenic menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, seperti gangguan kinerja fisik, gangguan metabolik dan kardiovaskular, penurunan kualitas hidup, dan peningkatan angka rawat inap dan kematian.

Selain itu, beban ekonomi pada individu dan sistem layanan kesehatan akibat obesitas sarcopenic sangat besar. Oleh karena itu, sangat penting untuk menerapkan tindakan preventif dan terapeutik untuk meminimalkan risiko ini.

Pelatihan resistensi (RT) telah muncul sebagai intervensi yang menjanjikan untuk mengurangi efek buruk dari menopause pada komposisi tubuh.

Sejumlah penelitian yang dilakukan pada wanita pascamenopause secara konsisten menunjukkan bahwa RT secara efektif meningkatkan massa otot dan mengurangi berat badan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah awal massa lemak mempengaruhi rekomposisi tubuh yang disebabkan oleh RT pada wanita yang lebih tua, dan mereka yang memiliki tingkat massa lemak sebelum pelatihan yang lebih rendah menunjukkan tingkat rekomposisi tubuh yang lebih tinggi.

Namun peningkatan kekuatan otot dan sudut fase adalah tidak tergantung pada jumlah massa lemak awal pada wanita lanjut usia.

Penelitian
Tujuan Peningkatan massa otot rangka (SMM) dan penurunan massa lemak secara bersamaan disebut rekomposisi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat massa lemak sebelum pelatihan terhadap rekomposisi tubuh, kekuatan otot, dan PhA (sudut fase) setelah 24 minggu pelatihan resistensi (RT) pada wanita yang lebih tua.

Metode Data dari 99 wanita lanjut usia (68,6 ± 5,7 tahun, 65,7 ± 8,6 kg, 155,1 ± 5,8 cm, 27,2 ± 3,1 kg/m^2) dianalisis secara retrospektif.

Peserta dipisahkan menjadi tertile berdasarkan jumlah massa lemak pada awal sebagai berikut: massa lemak rendah (L-FM, n  = 33), massa lemak sedang (M-FM, n  = 33), dan massa lemak tinggi (H- FM, n  = 33).

Baca Juga: Garmin Forerunner Seri 255 dan 955 Dirancang untuk Atlet

Para peserta menjalani program RT yang terdiri dari delapan latihan, tiga set per latihan, dengan beban antara 8 hingga 15 RM, dilakukan tiga kali seminggu selama 24 minggu.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: semanticscholar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X