Ini Alasan Atlet Olimpiade Menyukai Bekam dan Terapi Alternatif

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 9 Mei 2024 | 05:10 WIB
K-tape dan cryotherapy adalah beberapa terapi alternatif yang biasa digunakan oleh para atlet. (qz.com)
K-tape dan cryotherapy adalah beberapa terapi alternatif yang biasa digunakan oleh para atlet. (qz.com)


SportlinkNews - Perenang Olimpiade Australia Kyle Chalmers meraih medali perak dan waktu terbaik pribadinya dalam nomor gaya bebas 100 meter di Olimpiade Tokyo 2021.

Sementara sebagian besar orang di dunia fokus pada penampilannya yang mendebarkan. Lainnya juga tertarik pada memar melingkar yang mencolok di punggung dan bahunya.

Prestasi serupa juga terlihat pada Michael Phelps pada tahun 2016 ketika ia menambahkan enam medali ke dalam penghitungannya untuk memperkuat gelarnya sebagai atlet Olimpiade tersukses dalam sejarah.

Baca Juga: Detak Jantung Pelari Maraton Elite Dideteksi Digital Twins, Hasilnya Sungguh Mengejutkan

Noda-noda tersebut disebabkan oleh bekam, sebuah terapi alternatif di mana cangkir kaca kecil ditempatkan pada kulit di lokasi cedera atau nyeri, dan digunakan untuk menghasilkan isapan yang merangsang “aliran energi”.

Salah satu bentuk bekam – bekam basah – melibatkan penindikan kulit untuk mengeluarkan darah di area tersebut dan menghilangkan darah yang tergenang serta racun.

Sebagai ahli fisiologi olahraga yang mempelajari pemikiran kritis, Nicholas B. Tiller bertanya-tanya bagaimana tanpa disadari dukungan seorang atlet terhadap terapi alternatif dapat memengaruhi kemajuan olahraga.

Baca Juga: 5 Cara Teknik Rekayasa Olahraga Dampak Teknologi

Hal ini karena bekam merupakan salah satu ciri terapi alternatif yang menurut definisinya belum diterima oleh ilmu pengetahuan dan pengobatan konvensional. Ketika diuji dalam penelitian terkontrol, bekam tidak berhasil.

Faktanya, semua terapi alternatif ada dalam spektrum yang berbeda-beda, mulai dari pengobatan yang bermanfaat hingga omong kosong yang tidak terbukti secara ilmiah.

Dan intervensi seperti bekam, yang menyamar sebagai sains tanpa memenuhi metodologi yang kuat, dikenal sebagai pseudosains.

Baca Juga: Timnas U-23 Indonesia Waspada, Rekor Shin Tae-yong Lawan Negara Afrika Kurang Apik

Terapi alternatif tersebar luas di bidang olahraga
Jika berbicara tentang terapi alternatif yang belum terbukti, bekam hanyalah puncak gunung es.

Praktik lain dalam olahraga termasuk manipulasi tulang belakang chiropraktik, strip hidung, gelang hologram, minuman oksigen, reiki (penyembuhan tangan), cryotherapy dan pita kinesiologi atau K-tape.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: qz.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X