“Fitur ini memungkinkan semua pengguna di Strava untuk bermain adil dan bersenang-senang,” jelas Michael.
Kecerdasan buatan juga akan digunakan untuk fitur ‘Athlete Intelligence’ yang baru.
Hal ini menyatukan data pelatihan pengguna “menjadi ringkasan yang mudah dicerna dan mengkontekstualisasikan pencapaian dan tujuan kebugaran mereka.”
Baca Juga: Pentingnya Kesehatan Mental untuk Atlet, Tak Sekadar Kuat secara Fisik
Data ini akan mencakup berbagai cabang olahraga. Meskipun tiga olahraga inti Strava adalah lari, bersepeda, dan berenang, Strava juga mendukung banyak olahraga lainnya, mulai dari olahraga raket hingga panjat tebing.
Strava mengatakan fokus utama lainnya dari fitur-fitur mendatang adalah membangun platform untuk perempuan, dengan beberapa fitur baru. Yang pertama adalah Night Heatmap.
Ini menampilkan rute paling populer untuk jam malam, yang menurut Strava “dapat menjadi alat yang berguna bagi atlet wanita yang berlatih sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam”.
Baca Juga: Bagaimana Sains Mengubah Permainan dalam Olahraga dengan Teknologi AI
Strava juga menambahkan 'Edit Cepat' sehingga pengguna dapat dengan mudah mengedit hal-hal tertentu, seperti nama aktivitas dan visibilitas.
Ditambah lagi Strava telah meluncurkan kemitraan dengan TOGETHXR untuk mendorong lebih banyak wanita menonton dan bermain olahraga wanita.
Artikel Terkait
Paris 2024: Bangkitnya AI, Tayangan Ulang 3D, dan Produksi Otomatis 14 Cabor
Sportradar Berbasis AI Hadir di Sportsbook Menawarkan Liputan Tur Tenis
Nike Pakai Robot AI dan Teknologi Inovatif Menciptakan Bra Olahraga
Begini Ketika Manusia Dihadapkan Robot AI, Garry Kasparov Pun Kalah