7 Jenis Doping dalam Olahraga yang Perlu Diketahui, Ada yang Sulit Dideteksi

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Selasa, 9 Juli 2024 | 22:00 WIB
Ada berbagai jenis doping yang berbeda-beda dalam olahraga. (Unsplash.com/Markus Spiske)
Ada berbagai jenis doping yang berbeda-beda dalam olahraga. (Unsplash.com/Markus Spiske)

3. Stimulansia

Stimulansia, seperti amfetamin dan kokain, adalah zat yang digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan, energi, dan daya tahan.

Baca Juga: Gelar Pencak Silat Open Championship 2024, Indonesia Siap Bawa Pencak Silat Masuk Olimpiade

Stimulansia dapat memberikan efek sementara yang membuat atlet merasa lebih kuat dan lebih cepat.

Namun, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan tidur, serta masalah kardiovaskular.

4. Hormon Pertumbuhan Manusia (HGH)

HGH adalah hormon yang secara alami diproduksi oleh kelenjar pituitari dan berfungsi untuk pertumbuhan dan regenerasi sel.

Baca Juga: Enam Semifinal Euro Terhebat Sepanjang Sejarah, Ronald Koeman dan Manuel Neuer Terlibat Hingga Euro 2024

Atlet yang menggunakan HGH berharap dapat meningkatkan massa otot, mempercepat penyembuhan cedera, dan meningkatkan performa fisik secara keseluruhan.

Efek samping dari penggunaan HGH yang tidak sesuai anjuran termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan risiko kanker.

5. Diuretik

Diuretik adalah zat yang digunakan untuk meningkatkan produksi urin, sehingga membantu mengurangi berat badan dengan cepat.

Baca Juga: Semifinal Euro 2024: Dua Jurnalis Eropa Bocorkan Analisa Strategi Duel Spanyol vs Prancis

Diuretik sering digunakan dalam olahraga yang mengharuskan atlet untuk mempertahankan kategori berat tertentu, seperti tinju atau gulat.

Penggunaan diuretik dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan kerusakan ginjal.

6. Beta-2 Agonis

Beta-2 agonis adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati asma dan masalah pernapasan lainnya.

Baca Juga: Semifinal Euro 2024 Prancis vs Spanyol: Didier Deschamps Waspadai Lini Tengah Spanyol

Dalam olahraga, beta-2 agonis digunakan untuk meningkatkan kapasitas paru-paru dan memperbaiki aliran udara ke otot.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: Berbagai Sumber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X