SportlinkNews - Pada tahap-tahap besar seperti Olimpiade dan Piala Dunia, para atlet berkompetisi dalam situasi yang penuh tekanan, di mana tidur membuat perbedaan.
Baik itu pelempar lembing yang mencoba melakukan lemparan besar dalam hidupnya atau penembak yang mencoba melakukan tembakan terakhir yang krusial, gangguan tidur dapat secara drastis menghambat waktu reaksi, proses pengambilan keputusan, dan performa keseluruhan saat Olimpiade dipertaruhkan.
Gangguan tidur umum terjadi pada atlet
Gangguan tidur bukanlah hal yang tidak diketahui oleh para atlet, terutama dalam acara-acara seperti Olimpiade.
Baca Juga: Bagaimana Kita Berkomunikasi Satu Sama Lain dan Bersama dalam Sebuah Tim?
Jet lag, rasa gugup sebelum kompetisi, lingkungan tidur yang baru, dan kesibukan secara keseluruhan di dalam Village Atlet Olimpiade yang menampung lebih dari 10.000 peserta dapat mengganggu tidur.
Sekarang, perkenalkan ‘Sleep Advisor’
Mengingat besarnya masalah ini, sebuah konsep baru dicari untuk kontingen India di Olimpiade Paris 2024: ‘sleep advisor’.
Membantu atlet berperforma tinggi mengoptimalkan pola tidur mereka membantu mengatasi rintangan potensial menuju kemenangan.
Baca Juga: Chiara Merasa Tegang di Lapangan Sebelum Taklukkan Tasnim Mir
Relevansi Pelatihan Tidur
Oleh karena itu, pelatihan tidur merupakan masalah yang sangat penting, dan panduannya sudah ada jauh sebelum pertandingan.
Ini membantu mereka menyesuaikan kebiasaan tidur untuk mengurangi efek yang terkait dengan zona waktu dan tekanan yang ditimbulkan oleh kompetisi.
Oleh karena itu, mereka dapat bertahan dengan gangguan dan tetap mendapatkan kembali pola tidur yang baik meskipun sering bepergian dan jadwal yang padat.
Baca Juga: Daya Tahan Otot: Sains, Penjelasan dan Cara Berlatih
Tetap Kompetitif
Tidur adalah modalitas yang harus diterapkan secara konstan dengan tujuan untuk mendapatkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif.
Ini membantu atlet memulihkan tubuh dan pikiran mereka agar siap menghadapi tantangan apa pun yang mungkin datang di hadapan mereka.
Artikel Terkait
Drawing Liga Champions 2024-2025: Format Baru dan Potensi Duel Sengit Sejak Awal Kompetisi
3 Pemain Persija Gabung Timnas Indonesia: Rizky Ridho, Muhammad Ferarri, dan Witan Sulaeman Siap Berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Jadi Top Skor Liga 1 Striker Nermin Haljeta Tidak Mau Banyak Sesumbar
Aceh Bidik 10 Besar di PON XXI 2024, Pejabat Gubernur Safrizal: Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi
Pesenam Riau dan DKI Raih Emas Pertama PON XXI Aceh-Sumut 2024