Sportlinknews - Cedera otot, terutama di kalangan atlet, sering kali berdampak besar pada performa. Cedera yang dialami penyerang Real Madrid Rodrygo baru-baru ini menunjukkan pemain tersebut mungkin tidak fit sama sekali.
Rodrygo cedera dalam pertandingan Liga Champions. Ia terancam tak bisa merumput dalam El Clásico mendatang melawan Barcelona. Cedera otot di kaki pemain tersebut mungkin merupakan kasus ketegangan otot, jenis cedera olahraga yang paling umum.
Bagaimana Cedera Otot/Ketegangan Otot Terjadi?
Ketegangan otot adalah cedera pada serat otot yang disebabkan oleh peregangan atau robekan yang berlebihan. Ketegangan otot paling sering terjadi dengan gerakan yang tiba-tiba dan kuat.
Baca Juga: 5 Manfaat Alpukat untuk Atlet Sepak Bola: Sumber Nutrisi untuk Performa Maksimal
Bagi Rodrygo, kemungkinan besar berlari cepat, melompat, atau perubahan arah yang cepat dapat menyebabkan ketegangan.
Cedera otot diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan—tingkat 1 (ringan), tingkat 2 (sedang), dan tingkat 3 (berat).
Tingkat keparahan cedera akan menentukan tingkat keparahan gejala, yang mungkin meliputi nyeri, pembengkakan, dan kesulitan menggerakkan anggota tubuh yang cedera.
Baca Juga: Ilmu Gizi dalam Performa Atlet, Makanan Ini Patut Dihindari
Jika Rodrygo mengalami cedera ringan, ia dapat pulih dengan cepat, namun jika cederanya parah, ia mungkin perlu waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, sebelum kembali pulih sepenuhnya.
Ilmu di Balik Cedera Otot dan Pemulihan
Ilmu yang mendasari cedera otot mencakup otot dan jaringan ikatnya. Setelah cedera otot, tubuh memulai apa yang disebut sebagai proses perbaikan; proses ini telah dijelaskan sebagai peradangan, regenerasi, dan perombakan.
Tahap penyembuhan inflamasi memang menyakitkan, tetapi tetap penting karena membantu menghilangkan jaringan yang rusak.
Baca Juga: Ilmu di Balik Cedera Otot dan Pemulihan
Proses regenerasi ditandai dengan pembentukan serat otot baru dan proses perombakan membantu memperbaiki jaringan otot.
Rehabilitasi dan Perawatan untuk Atlet Elit
Fisioterapi, istirahat, dan terkadang perawatan lanjutan seperti suntikan plasma kaya trombosit (PRP) dapat mempercepat proses pemulihan.
Artikel Terkait
Real Madrid Sikat Dortmund, Hattrick Vinicius Junior Pembuktian untuk Ballon d'Or
Ancelotti Memuji Hattrick Vinicius Junior Sinyal Menangkan Ballon d'Or
Jose Mourinho Ungkap 4 Alasan Senang Tinggal di Hotel Ketimbang Rumah
Timnas Indonesia U-17 Vs Kuwait: Tuan Rumah Parno, Intip Latihan Garuda Muda
WONDR by BNI Indonesia International Challenge 2024: Amri/Nita Melaju, Meisa/Maulida dan Henrikho Terhenti