Bagaimana Stres Oksidatif Berlebihan Mempengaruhi Performa Lari Sprint Jarak Jauh

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 21 November 2024 | 11:10 WIB
Tingkat stres oksidatif yang wajar dapat meningkatkan performa lari sprint.
Tingkat stres oksidatif yang wajar dapat meningkatkan performa lari sprint.

Semakin bugar seorang atlet, semakin baik respons antioksidan tubuhnya. Karena antioksidan memerangi radikal bebas dalam tubuh, banyak atlet mengonsumsi suplemen untuk mencegah stres oksidatif.

Namun, terlalu banyak hal menghalangi sebagian keuntungan latihan alami yang terkait dengannya. Triknya adalah menemukan keseimbangan yang tepat.

Apa Penyebab Stres Oksidatif?
Keberadaan ROS meningkat karena stresor fisik dan lingkungan. Olahraga adalah salah satu stresor ini, seperti halnya situasi apa pun yang menyebabkan konsumsi oksigen meningkat.

Baca Juga: Pentingnya Fisioterapi dalam Sport Science

Atlet profesional berlatih dan tampil pada tingkat yang membutuhkan oksigen maksimum, sehingga produksi ROS jauh lebih tinggi.

Selain olahraga, stres oksidatif juga dapat disebabkan oleh polusi, paparan sinar matahari, dan stres. Semua pemicu ini dapat hadir di lingkungan atlet.

Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda mengalami stres oksidatif, karena tidak ada gejala yang menonjol hingga kondisinya relatif lanjut.

Menimbang Manfaat Stres Oksidatif bagi Atlet
Meskipun stres oksidatif harus dikelola dengan hati-hati, atlet dapat memperoleh manfaat dari tingkat stres oksidatif yang terkait dengan tingkat latihan rendah hingga sedang.

Baca Juga: Pendekatan Ilmiah Latihan IIT untuk Meningkatkan Batas Stamina Anda

Ini berarti menjaga detak jantung Anda sekitar 65 persen hingga 85 persen dari detak jantung maksimal Anda. Tingkat latihan yang rendah hingga sedang dapat merangsang respons adaptif dalam tubuh, meningkatkan ketahanan dan kinerja tanpa merusak jaringan dan organ.

Stres oksidatif juga dapat mengaktifkan jalur sinyal yang mendorong hipertrofi dan peningkatan kekuatan. Kekuatan tambahan ini sangat penting dalam dunia di mana gaya yang diterapkan ke tanah merupakan pembeda utama antara pelari cepat elit dan sub-elit.

Stres oksidatif sedang juga dapat merangsang produksi mitokondria baru dalam proses yang disebut biogenesis mitokondria, yang meningkatkan kapasitas aerobik dan kinerja daya tahan.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: simplifaster

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X