Apa yang Mendorong Tubuh Pelari Maraton untuk Sukses?

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 14 Januari 2025 | 09:23 WIB
Oksigen sangat penting untuk lari maraton.  (abc.net.au)
Oksigen sangat penting untuk lari maraton. (abc.net.au)

Sportlinknews - Tiga elemen yang dibutuhkan untuk berlari maraton adalah energi, oksigen, dan air. Energi berasal dari glukosa, yang disimpan dalam otot kita sebagai glikogen.

Pelari sering mengonsumsi karbohidrat beberapa hari sebelum perlombaan untuk memaksimalkan simpanan glikogen, sehingga meningkatkan cadangan energi mereka untuk menempuh jarak 26,2 mil yang melelahkan.

Proses ini, yang disebut sebagai "karbo loading," telah didukung oleh ilmu olahraga (sport science) dan terbukti meningkatkan daya tahan.

Baca Juga: Ilmuwan Kembangkan Model Matematika untuk Optimalkan Performa Atlet Elite

Ini bukan hanya tentang kenikmatan menyantap sepiring pasta, tetapi juga ilmu pengetahuan yang bekerja bagi para atlet yang berusaha untuk menyelesaikan perlombaan.

Bagaimana Oksigen Meningkatkan Performa Pelari Maraton?
Oksigen sangat penting untuk lari maraton. Selain menjaga kita tetap hidup, oksigen penting dalam membakar glukosa secara efisien dalam sel-sel kita.

Respirasi aerobik, penggunaan oksigen, jauh lebih efektif daripada respirasi anaerobik, yang tidak menggunakan oksigen.

Baca Juga: Bagaimana Analisis Data Merevolusi Olahraga?

Latihan aerobik, seperti lari jarak jauh, bersepeda, dan ski lintas alam, mengharuskan tubuh untuk dapat menghirup oksigen guna memenuhi kebutuhan energinya.

Latihan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme oksigen, yang memungkinkan atlet untuk mengekstrak energi sebanyak mungkin dari glukosa mereka dan mempertahankan diri mereka selama perlombaan.

Jadi, napas dalam-dalam itu lebih dari sekadar perlu—itu adalah faktor kunci dalam cara Anda berlari lebih lama dan lebih cepat.

Baca Juga: PUMA Luncurkan Koleksi 'Unlimited Pack' dengan Future 8, Ultra 5, dan King Terbaru

Bagaimana Pelari Maraton Menembus Tembok?
Di sekitar mil ke-20 maraton, banyak pelari mengalami "menabrak tembok."

Fenomena ini terjadi ketika tubuh kehabisan glikogen yang tersimpan dan mulai memecah asam lemak untuk energi.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: thesportzplanet

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X