Disampaikan oleh Dr. Taru, klien Sport Psychology tidak berdiri sendiri dan terdiri dari beberapa pihak yang saling berhubungan yaitu Pengurus Olahraga, Pelatih, Atlet, dan Lingkungan Atlet.
"Adapun tujuan fundamental dari sport psychology yaitu peningkatan kinerja (performance enhancement), pengembangan pribadi (personel development), dan kesehatan mental (mental health)," ungkap Taru Guritna.
Taru juga menjelaskan perlunya atlet untuk mampu mengelola kecemasan dan menerima kecemasan sebagai bagian dari olahraga. Jika tidak bisa dikelola rasa cemas bisa menimbulkan stres yang dapat mempengaruhi pribadi atlet dan institusi.
Baca Juga: MEYBA Rilis Jersey Kandang Perdana San Francisco City FC, Perpaduan Tradisi dan Inovasi
Dalam paparannya Taru Guritna juga menjelaskan tentang layanan psikologi sport science KONI yang meliputi: pelatihan tenaga pendamping psikologi, assesment psikologis, coaching dan counseling.
Termasuk juga layanan pengembangan alat test, pendampingan psikologis atlet dan pelatih, serta kerja sama dengan universitas untuk penelitian dan pengembangan keilmuan.
Artikel Terkait
Rekomendasi KONI: Cabut Permenpora Nomor 14 Tahun 2024
KONI Pusat akan Memperkuat Kerja Sama Bidang Olahraga dengan Korea
Demi Generasi Atlet Berprestasi KONI Siapkan Kampanye Program "Belajar Sport Science Bersama KONI"
Di Hadapan Komisi X DPR RI Ketum KONI Pusat Sebut Ada Norma yang Dilanggar oleh Permenpora Nomor 14/2024