SportlinkNews - Tidur adalah hal yang mungkin sering diabaikan tetapi sangat penting untuk mendukung performa atlet secara keseluruhan.
Tidur memegang peran penting untuk atlet bisa mencapai kinerja puncak, mendorong pemulihan fisik yang efektif dan efisian, menjaga kondisi kesehatan fisik dan juga mental.
Di langsir dari hasil penelitian Idaho sports medicine institute, bagaimana tidur yang dapat berkontribusi pada kesuksesan atletik.
Menyoroti perannya dalam pemulihan fisik, fungsi kognitif, dan kesehatan sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia Bangkit, Petik Poin Penuh di Laga Kedua Asian Championship 2025
Tidur yang cukup berperan dalam pemulihan fisik. Karena melalui tidur ada perbaikan, pertumbuhan, dan adaptasi otot yang efisien.
"Studi terhadap atlet perguruan tinggi menunjukkan bahwa ketika mereka tidak cukup tidur, waktu reaksi dan akurasi mereka menurun," kata Amy Rantala, M.D., Orthopedics & Orthopedic Surgery, Sports Medicine Mayo Clinic Health System di Amerika.
"Satu studi yang berfokus pada lemparan bebas bola basket dan lemparan tiga angka menemukan bahwa atlet yang kurang tidur dapat mengalami penurunan akurasi sebesar 50%," tambahnya.
Dengan 10 jam atau lebih tidur, akurasi dapat meningkat 10%. Itu adalah perbedaan potensial sebesar 60% dalam performa.
Baca Juga: 7 Tips Latihan Efektif untuk Meningkatkan Kekuatan Tendangan Pesepak Bola Pemula
Saat tidur nyenyak, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang merangsang pemulihan dan pertumbuhan otot, terutama setelah latihan yang intens.
Membantu mengatur produksi kortisol (hormon yang berhubungan dengan stres), sehingga memungkinkan pemulihan otot yang lebih baik dan mengurangi peradangan.
Dengan tidur, fungsi kognitif dan regulasi emosi atlet juga akan sangat terkontrol.
Karena untuk atlet sangat penting untuk mempertahankan kinerja kognitif yang optimal, termasuk konsolidasi memori, pembelajaran, dan pengambilan keputusan.
Baca Juga: PUMA King Indoor Hadir dengan Warna Putih, Perpaduan Gaya Sepak Bola dan Fashion Kasual
Itulah mengapa atlet diharapkan bisa tidur lebih cepat di malam hari. Karena istirahat malam yang cukup membantu memulihkan dan meningkatkan fokus, kewaspadaan, dan waktu reaksi.
Di mana semua hal itu penting bagi atlet selama latihan dan kompetisi. Selain itu, tidur yang nyenyak dikaitkan dengan pengaturan emosi yang lebih baik, dan sangat penting untuk mengelola stres, serta mempertahankan pola pikir positif selama situasi penuh tekanan.
Bila atlet mendapatkan tidur yang berkualitas, maka dia akan mendapatkan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Ini penting bagi atlet untuk menghindari penyakit dan menjaga kesehatan secara keseluruhan setelah melakoni pertandingan padat sepanjang tahun.
Baca Juga: Berjalan Kaki Bisa Menyebabkan Gula Darah Naik?
Tidur juga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi sitokin, yakni protein yang bertanggung jawab untuk melawan peradangan dan infeksi.
Kurang tidur secara konsisten dapat menekan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kerentanan atlet terhadap penyakit, sehingga mengganggu jadwal latihan atau kompetisi.
Konsekuensi yang bisa didapat oleh atlet dari kurang tidur tentu penurunan performa atletiknya. Namun, bukan cuma itu, tetapi juga bisa mengurangi daya tahan karena menipisnya cadangan glikogen.
Baca Juga: Liga Primer Bikin Program yang Membantu Remaja dengan Gangguan Kesehatan Mental
Penurunan tingkat energi ini tentu bisa mempengaruh performa strength pada atlet. Atlet yang kurang tidur pun bisa mengalami gangguan fokus dan kewaspadaan.
Hal itu mengakibatkan waktu reaksi lebih lambat selama pertandingan. Padahal saat di lapangan dibutuhkan keputusan cepat untuk pengambilan langkah strategi dalam sepersekian detik.
Artikel Terkait
Waktu Tidur Ideal untuk Atlet: Pentingnya Istirahat Maksimal untuk Performa Optimal
6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur agar Tidur Lebih Nyenyak
Bahaya Cahaya Layar HP bagi Kualitas Tidur, Ini Penjelasannya
Mouth Tape: Tren Baru untuk Kesehatan Tidur, Apa Manfaatnya?
Awas Hati-hati, Durasi Tidur dan Kesehatan Berhubungan dengan Risiko Kematian