sport-science

Zona 2: Intensitas Ideal? Mitos atau Realitas Ilmiah

Senin, 25 Agustus 2025 | 07:20 WIB
Zona 2 telah menjadi salah satu istilah paling umum dalam diskusi seputar latihan. (sci-sport.com)

Adaptasi mitokondria yang diukur
Hasilnya beragam. Beberapa studi melaporkan peningkatan aktivitas enzim mitokondria (sitrat sintase, respirasi mitokondria) atau pemulihan fosfokreatin setelah beberapa minggu latihan Zona 2, termasuk pada penderita diabetes tipe 2.

Studi lain tidak melaporkan perubahan apa pun, bahkan setelah beberapa bulan atau setelah latihan dengan volume yang sangat tinggi.

Temuan utama dalam literatur adalah, menurut meta-analisis sebelumnya, intensitas di bawah sekitar 60% dari daya aerobik maksimal diperkirakan tidak akan menghasilkan peningkatan signifikan dalam kandungan atau kapasitas mitokondria pada subjek yang tidak terlatih.

Sebaliknya, latihan intensitas tinggi mengaktifkan sinyal mitokondria lebih kuat, meningkatkan ekspresi gen seperti PGC-1α lebih cepat, dan meningkatkan aktivitas enzim secara lebih nyata, termasuk pada atlet elit.

Baca Juga: Aston Villa Resmikan Jersey Ketiga Musim 2025-2026 Bernuansa Kaca Patri

Efek pada kapasitas oksidasi lemak
Zona 2 sering dikaitkan dengan stimulasi oksidasi lipid, karena sering kali bertepatan dengan intensitas Fatmax.

Pada orang yang kurang gerak, obesitas, atau diabetes, beberapa penelitian menunjukkan peningkatan kapasitas oksidasi lemak ini setelah program Zona 2: peningkatan Fatmax, peningkatan laju oksidasi lemak maksimum, dan penurunan rasio pernapasan selama latihan.

Namun, efek ini tidak spesifik untuk Zona 2: latihan intensitas tinggi juga meningkatkan, dan terkadang lebih, FAO, terutama dengan meningkatkan kapasitas mitokondria dan enzimatik yang terkait dengan oksidasi lipid.

Baca Juga: Johnny Walker Bangkit Usai Kemenangan UFC Fight Night 257, Siap Kejar Sabuk

Perbandingan langsung antar intensitas menghasilkan hasil yang beragam: beberapa mendukung Zona 2, yang lain intensitas lebih tinggi, banyak yang tidak menunjukkan perbedaan yang jelas.

Dan seringkali terserah individu untuk membuat pilihan berdasarkan preferensi pribadi mereka dalam hal intensitas sesi.

Dampak pada kebugaran kardiorespirasi
Pada poin ini, pengamatannya jelas: peningkatan VO₂maks/puncak dan performa aerobik lebih besar ketika intensitas melebihi Zona 2, pada volume yang sama.

Baca Juga: Pelacak Uang Hadiah Tenis: Pemain Mana yang Meraih Uang Hadiah Terbanyak di Tahun 2025?

Pada individu yang tidak terlatih, Zona 2 dapat meningkatkan CRF, tetapi efeknya setara atau lebih rendah daripada intensitas yang lebih tinggi. Pada orang yang sudah aktif atau terlatih, Zona 2 saja umumnya tidak cukup untuk meningkatkan VO₂maks.

Yuk gabung channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Super League, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, Sport Science, Culture, Fashion hingga seputar KONI. Klik di sini (JOIN) 

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB