Tujuan dari metode self-talk ini adalah untuk meningkatkan waktu reaksi dan respons yang terampil terhadap stimulus lingkungan.
Contohnya adalah mengajari atlet untuk mengingatkan diri sendiri agar melihat ke arah yang ingin mereka tuju saat melakukan latihan kelincahan atau latihan mengubah arah.
Mekanisme afektif self-talk terutama memengaruhi kondisi psikologis (misalnya suasana hati, kecemasan) seseorang. Ketika menerapkan pendekatan afektif, bukti menunjukkan adanya penurunan kecemasan dan kemarahan yang ditimbulkan.
Terakhir, mekanisme motivasi ini dikatakan dapat meningkatkan antusiasme dan daya tahan fisik seorang atlet terhadap suatu pertandingan tertentu.
Baca Juga: Calvin Verdonk Satu Tim dengan Olivier Giroud di Lille, Berharap Efek Domino bagi Timnas Indonesia
Metode ini sering digunakan oleh pelatih untuk "menyemangati" atlet mereka sebelum kompetisi, tetapi juga umum digunakan secara individual untuk menyemangati diri sendiri dalam menyelesaikan suatu tugas.
Meskipun masing-masing teknik ini dapat meningkatkan kinerja sampai tingkat tertentu, bukti lain mendukung keterlibatan mereka adalah sekunder untuk variabel kinerja kunci lainnya, seperti pengalaman pelatihan sebelumnya dan faktor antropometrik.