Untuk menentukan apakah latihan telah efektif, dan untuk memastikan pesepeda terus berlatih pada tingkat intensitas yang tepat, penting untuk menilai kembali zona dan tingkat fisiologis pesepeda pada waktu-waktu tertentu.
Biasanya, pengujian dilakukan pada waktu yang sama setiap tahun, misalnya pada awal setiap musim atau awal siklus latihan utama.
Penentu Performa Daya Tahan
Tes performa berbasis laboratorium biasanya akan mengukur variabel-variabel di bawah ini, karena adanya hubungan antara variabel-variabel ini dan performa bersepeda.
Baca Juga: Pencak Silat Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia di Asian Youth Games Bahrain 2025
VO2Max: Penyerapan oksigen maksimal menunjukkan jumlah oksigen tertinggi yang dapat dikonsumsi seseorang selama latihan. Terdapat hubungan yang kuat antara VO2Max dan performa daya tahan.
Ambang Laktat atau Fungsional: Intensitas maksimal (daya keluaran atau detak jantung) yang dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lama (~40 hingga 60 menit).
Keluaran Daya Puncak (PPO): Keluaran daya puncak adalah rata-rata keluaran daya selama menit terakhir tes VO2Max. Keluaran daya puncak merupakan prediktor kuat performa uji waktu 40 km.
Pengujian laboratorium dapat melangkah lebih jauh, di mana seseorang dapat menilai profil metabolisme pengendara sepeda dan kemampuannya memanfaatkan laktat dan lemak sebagai sumber bahan bakar.
Baca Juga: Simon Tahamata Pamer Foto Bareng Frank de Boer, Netizen Sebut Kode Pelatih Baru Timnas Indonesia
Tes mana yang harus Anda lakukan?
1. Tes VO2Max atau PPO
Hasil ini akan mengidentifikasi zona latihan individual Anda, yang dapat meningkatkan latihan Anda dengan memberikan pengukuran intensitas yang akurat.
Tes VO2Max akan memberi Anda rata-rata keluaran daya untuk tahap akhir, yaitu keluaran daya puncak. Pengukur daya akan memberi Anda dan pelatih Anda indikasi yang sangat jelas tentang jenis keluaran daya yang harus Anda capai selama latihan interval intensitas tinggi.
Selain menentukan keluaran daya ambang batas Anda, tes VO2Max juga akan menentukan zona latihan detak jantung yang setara.
Baca Juga: Alex Pereira Rebut Sabuk Juara, Jiri Prochazka Ungkap Alasan Tak Terkejut
2. Tes Metabolisme