sport-science

Memahami Pengujian Performa Laboratorium dan Data

Selasa, 21 Oktober 2025 | 07:07 WIB
Tes performa memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan performa bersepeda. (GCN)

Saat bersepeda, tubuh kita menghasilkan energi dari 3 sumber bahan bakar internal; lemak, karbohidrat, atau protein, tergantung pada beban kerja.

Dua sumber energi utama selama latihan adalah karbohidrat dan lemak. Intensitas latihan merupakan faktor terbesar yang memengaruhi seberapa banyak energi yang kita peroleh dari masing-masing sumber ini.

Pada intensitas yang lebih rendah, lemak merupakan sumber bahan bakar utama kita, dengan proporsi karbohidrat yang kecil.

Seiring meningkatnya intensitas latihan, tubuh kita akan mulai menggunakan lebih sedikit lemak dan meningkatkan jumlah karbohidrat.

Baca Juga: Alex Pereira Rebut Sabuk Juara, Jiri Prochazka Ungkap Alasan Tak Terkejut

Hal ini disebabkan oleh banyaknya energi yang dibutuhkan tubuh kita untuk diproduksi, serta laju produksi energi tersebut.

Jika Anda bersepeda dengan intensitas rendah, produksi energi yang dibutuhkan lebih sedikit, sehingga metabolisme lemak (yang membutuhkan waktu lebih lama) menjadi sumber energi yang lebih disukai.

Ketika intensitas meningkat dan kebutuhan energi meningkat, kita tidak dapat mengoksidasi lemak pada laju yang sesuai dengan kebutuhan ini. Oleh karena itu, kita beralih menggunakan karbohidrat dalam jumlah yang lebih tinggi.

Kita hanya memiliki simpanan karbohidrat internal yang terbatas (sekitar 600g) dan oleh karena itu perlu menghemat sumber-sumber ini saat berlomba.

Baca Juga: Dari Tegang hingga Haru, Kisah Debut Tim Senam Putra Indonesia di Kejuaraan Dunia 2025

Melatih tubuh Anda untuk menggunakan trigliserida intramuskular (IMTG) atau lemak di dalam otot dalam jumlah yang lebih besar akan menghasilkan produksi energi yang lebih besar pada intensitas rendah dan sedang, dan memungkinkan efek penghematan karbohidrat.

Demikian pula, dengan oksidasi karbohidrat, tubuh kita memiliki cara untuk menggunakan piruvat berlebih (zat perantara energi).

Hal ini dilakukan dengan mengubah piruvat menjadi laktat, kemudian mendistribusikan kembali laktat ini ke jaringan lain untuk diubah kembali menjadi piruvat, dan kemudian melanjutkannya dalam siklus respirasi seluler.

Baca Juga: Adidas Luncurkan Koleksi Signature Terbaru Jude Bellingham

Hal ini khususnya berguna pada intensitas 75 hingga 85, bahkan 90% dari ambang batas atau FTP.

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB