“Temuan ini menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kesehatan mental rentan terhadap berbagai jenis cedera,” kata para peneliti.
Baca Juga: Persaingan Skuad Ketat, Arema FC Lepas Muhammad Rafli
“Mereka merupakan populasi penting yang selama ini kurang diperhatikan dalam upaya pencegahan cedera.”
Studi ini menegaskan pentingnya penilaian dan pencegahan perilaku melukai diri sendiri pada individu dengan gangguan kesehatan mental, sekaligus penerapan strategi berbasis bukti untuk mengurangi risiko menjadi korban kekerasan. Selain itu, penelitian ini membuka arah baru bagi perawatan kesehatan dan kebijakan publik.
Para peneliti mendorong layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, misalnya dengan memasukkan edukasi tentang risiko cedera ke dalam perawatan kesehatan mental, dan mengidentifikasi kesempatan untuk intervensi saat perawatan akut, termasuk rawat inap terkait kesehatan mental. Temuan ini juga menekankan pentingnya pengawasan kesehatan masyarakat yang lebih baik untuk melacak dan mencegah cedera pada orang dengan gangguan kesehatan mental.
Penelitian ini menyoroti hubungan penting tapi sering diabaikan antara kesehatan mental dan keselamatan fisik, informasi yang bisa digunakan untuk pendekatan perawatan yang lebih holistik dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)