SMM dan massa lemak dievaluasi dengan dual-energy X-ray absorptiometry (DXA). Rekomposisi tubuh ditentukan oleh skor Z gabungan dari perubahan SMM dan massa lemak. Tes satu pengulangan maksimum (1RM) pada penekanan dada, ekstensi lutut, dan ikal pengkhotbah dinilai untuk memverifikasi kekuatan otot.
Bioimpedansi digunakan untuk menentukan sudut fase. Hasil Hasil menunjukkan bahwa setelah periode RT, rekomposisi tubuh positif yang lebih besar diamati pada kelompok L-FM dibandingkan kelompok M-FM dan H-FM.
Selain itu, semua kelompok meningkatkan kekuatan otot dan sudut fase tanpa perbedaan yang signifikan antar kelompok (P > 0,05).
Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah awal massa lemak mempengaruhi rekomposisi tubuh yang disebabkan oleh RT pada wanita yang lebih tua, dan mereka yang memiliki tingkat massa lemak sebelum pelatihan yang lebih rendah menunjukkan tingkat rekomposisi tubuh yang lebih tinggi.
Namun, peningkatan kekuatan otot dan sudut fase tidak bergantung pada jumlah massa lemak awal pada wanita yang lebih tua.