sport-science

Creatine Kunci Metabolisme Energi, tapi Bagi Atlet Berisiko Gegar Otak

Senin, 13 Mei 2024 | 08:05 WIB
Creatine juga dapat dikonsumsi secara eksogen melalui sumber makanan. (express)

Creatine dalam pengelolaan cedera otak traumatis
Cedera otak traumatis (TBI), termasuk gegar otak, merupakan tantangan yang signifikan baik dalam konteks medis maupun olahraga. Seiring dengan kemajuan penelitian, creatine muncul sebagai protagonis yang tidak terduga dalam potensi penanganan cedera otak traumatis, dan dapat mempengaruhi pemulihan dan pengobatan cedera otak traumatis.

Cedera otak traumatis sering kali menyebabkan krisis energi di otak, dimana permintaan ATP melebihi pasokan. Selain itu, TBI mengurangi konsentrasi kreatin di otak. Suplementasi kreatin kemudian dapat bertindak sebagai penyangga energi, menjaga tingkat ATP dan berpotensi mengurangi defisit energi pasca cedera.

Creatine mungkin memiliki sifat neuroprotektif ketika dikonsumsi sebagai suplemen sebelum atau sesudah kontusio kortikal, sehingga sangat mengurangi kerusakan kortikal.

Baca Juga: Pembalap F1 Jepang Yuki Tsunoda Yakin Bisa Masuk dalam Lima Besar Tim F1 Terbaik di Musim Ini

Penelitian pada hewan menunjukkan hasil yang menjanjikan, di mana suplementasi kreatin sebelum cedera otak menyebabkan penurunan keparahan kerusakan otak. Dalam penelitian pada manusia, meskipun datanya masih baru, terdapat indikasi bahwa kreatin dapat membantu mencapai pemulihan lebih cepat dan hasil keseluruhan yang lebih baik setelah cedera otak. Dengan menstabilkan tingkat energi sel, hal ini dapat membantu mengurangi kematian sel dan mendukung pemulihan jaringan otak setelah cedera.

Untuk atlet, khususnya dalam olahraga berdampak tinggi di mana gegar otak merupakan risikonya, suplementasi kreatin (sampai batas tertentu) dapat memberikan efek perlindungan. Pada fase rehabilitasi pasca TBI, creatine dapat mendukung proses pemulihan kognitif dan neurologis.

Meskipun penelitian terkini mengenai peran creatine dalam pengelolaan TBI cukup menjanjikan, penelitian ini masih dalam tahap awal. Uji coba dan penelitian klinis di masa depan diperlukan untuk memahami sepenuhnya cakupan kemanjuran creatine di bidang ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB