sport-science

7 Jenis Doping dalam Olahraga yang Perlu Diketahui, Ada yang Sulit Dideteksi

Selasa, 9 Juli 2024 | 22:00 WIB
Ada berbagai jenis doping yang berbeda-beda dalam olahraga. (Unsplash.com/Markus Spiske)

Penggunaan berlebihan dari beta-2 agonis dapat menyebabkan gemetar, peningkatan detak jantung, dan risiko serangan jantung.

7. Peptida dan Hormon Bertopeng

Peptida dan hormon bertopeng adalah zat yang lebih canggih dan sulit dideteksi dalam tes doping standar.

Baca Juga: Griezmann Masih Memble, Deschamps Pertimbangan saat Prancis Vs Spanyol

Zat-zat ini bekerja dengan cara meningkatkan produksi hormon atau memperbaiki fungsi tubuh secara keseluruhan.

Efek sampingnya bervariasi tergantung pada jenis peptida atau hormon yang digunakan, namun risikonya tetap signifikan, termasuk gangguan hormonal dan masalah metabolisme.

Penggunaan doping dalam olahraga bukan hanya masalah etika, tetapi juga kesehatan.

Baca Juga: Jelang Kick Off Liga 1, Skuad Persib Bandung Masih Belum Lengkap

Para atlet yang menggunakan doping mempertaruhkan kesehatan mereka demi keuntungan jangka pendek.

Selain itu, doping juga merusak integritas olahraga dan mencederai semangat fair play yang seharusnya dijunjung tinggi.

Masyarakat dan badan pengawas olahraga harus bekerja sama untuk mengedukasi atlet mengenai bahaya doping dan menegakkan aturan dengan ketat.

Baca Juga: Dua Pemain Asing Porteria dan Kolovos Hengkang dari Dewa United FC Jelang Liga 1

Dengan demikian, kita bisa memastikan bahwa olahraga tetap menjadi arena kompetisi yang sehat dan adil.***

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB