Sportlinknews - Tidak ada atlet Olimpiade yang serius yang dapat mengabaikan karya ilmuwan olahraga. Dengan menggunakan peralatan pengukur berteknologi tinggi, mereka dapat memberi saran tentang pelatihan, teknik, dan pola makan.
Treadmill
Di atas treadmill, metabolisme atlet dapat dipantau dengan cermat saat ia berolahraga. Sebuah tabung dimasukkan ke dalam mulut dan dihubungkan ke alat analisis gas.
Laju pernapasan dan komposisi udara yang dihembuskan dapat diukur. Saat latihan dimulai, otot beroperasi secara anaerobik.
Otot tidak menggunakan oksigen, tetapi menghasilkan asam laktat. Saat asam laktat menumpuk, otot menjadi nyeri dan otot akan segera beralih ke fungsi aerobik (berbahan bakar oksigen).
Baca Juga: Mengapa Jalan Kaki Merupakan Cara Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan?
Seberapa cepat hal ini terjadi merupakan pengukuran yang baik terhadap kebugaran atlet dan membantu mereka merencanakan sesi latihan.
Analisis Gerakan
Atlet pria atau wanita diletakkan di atas pelat gaya (yang mengukur gaya yang diberikan padanya secara elektronik) di tengah empat kamera video. Gerakan dasar atlet (ayunan golf, lempar cakram) kemudian dianalisis oleh komputer.
Para ilmuwan kemudian dapat memberi tahu atlet jika energi terbuang ke segala arah, dan apakah perubahan teknik dapat mengatasinya. Analisis semacam itu telah menyebabkan perubahan dalam cara pelaksanaan pertandingan.
Baca Juga: Menguraikan Cedera Otot Rodrygo dan Sains di Baliknya
Misalnya, tolak peluru kini menggunakan gerakan memutar, sedangkan sebelumnya satu atau dua langkah sederhana melintasi lingkaran dianggap cukup.
Pola makan
Olahragawan perlu makan dengan baik untuk tampil sebaik-baiknya. Sebelum pertandingan, mereka mengonsumsi karbohidrat untuk energi.
Banyak atlet papan atas mengonsumsi hingga satu setengah hingga dua kali lipat dari yang dikonsumsi orang normal. Baru-baru ini, suplemen diet Creatine menjadi populer.
Baca Juga: 5 Manfaat Alpukat untuk Atlet Sepak Bola: Sumber Nutrisi untuk Performa Maksimal
Creatine terdapat dalam jumlah kecil dalam daging merah, tetapi ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, terjadi sedikit peningkatan pembentukan otot. Creatine adalah produk alami dan sejauh ini, belum dilarang dalam olahraga apa pun.