Sportlinknews - Gangguan tidur adalah sekumpulan kondisi yang memengaruhi ritme, kualitas, dan durasi tidur. Kondisi tersebut dapat berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental.
Insomnia, apnea tidur obstruktif, hipersomnia, gangguan ritme sirkadian, dan sindrom kaki gelisah merupakan contoh gangguan tidur.
Gaya hidup, tingkat aktivitas fisik, konsumsi alkohol, tembakau, atau stimulan, serta kecemasan dan depresi, semuanya dapat menyebabkan gangguan tidur.
Terlebih lagi, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa estimasi subjektif (laporan sendiri) dan objektif (terukur) dari durasi tidur rata-rata dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Faktanya, terlalu sedikit tidur (<7 jam) atau terlalu banyak tidur (>9 jam) dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi karena semua penyebab.
Oleh karena itu, durasi tidur sering kali menjadi inti dari rekomendasi kesehatan resmi.
Baca Juga: 5 Nutrisi untuk Memulihkan Tenaga dengan Cepat bagi Pelari Marathon
Namun, data terkini menunjukkan bahwa keteraturan tidur, yang didefinisikan sebagai keteraturan harian jadwal bangun dan tidur, mungkin merupakan prediktor yang lebih baik untuk masalah kesehatan tertentu daripada durasi tidur rata-rata.
Beberapa studi longitudinal telah menunjukkan hubungan antara tidur tidak teratur dan kesehatan kardiometabolik, penuaan epigenetik, gangguan suasana hati, dan kualitas hidup yang lebih rendah.
Orang dengan pola tidur tidak teratur terpapar rangsangan lingkungan yang tidak teratur, termasuk cahaya, dan karenanya dapat mengadopsi perilaku tidak teratur, seperti aktivitas fisik dan makan.
Ketidakstabilan rangsangan dan perilaku ini akan menyebabkan terganggunya ritme sirkadian, dengan akibat negatif pada kesehatan. Namun, risiko kematian yang terkait dengan keteraturan tidur belum dipelajari secara prospektif dalam kelompok besar dengan data tidur objektif.
Baca Juga: Latihan di Ketinggian: Kelebihan, Kekurangan, dan Perannya dalam Sport Science
Jadi, apakah keteraturan tidur benar-benar lebih penting untuk dipertimbangkan daripada durasi tidur?
Studi
Untuk menjawab pertanyaan ini, tim peneliti internasional menilai hubungan antara keteraturan tidur yang diukur secara objektif dan risiko kematian akibat semua penyebab, kardiometabolik, dan kanker.
Untuk melakukan ini, para peneliti menggunakan data yang dikumpulkan melalui UK Biobank, basis data biomedis yang berisi informasi tentang genetika, gaya hidup, dan kesehatan dari setengah juta warga Inggris.