Namun, tak ada yang mengalahkan momen lega yang ia rasakan ketika memenangkan pertandingan pertamanya di Lapangan Satu, setelah kalah di lima pertandingan pertama melawan Sabalenka.
Branstine mengatakan kepada SunSport: "Ketika saya mendapatkannya, rasanya lega sekali.
"Saya seperti, oh, syukurlah. Dan saya ingin semua orang merasakannya bersama saya.
"Saya sangat suka berinteraksi dengan penonton. Jadi saya senang itu membuat semua orang bersemangat. Dan itu adalah momen kecil yang manis."
Branstine adalah pengagum berat Sabalenka dan merasa Sabalenka memiliki kesamaan dengan petenis nomor 1 dunia itu, mulai dari pukulan keras hingga kepribadian mereka yang berapi-api di lapangan, serta keterbukaan mereka di luar lapangan.
Pertandingan berakhir dengan skor 6-1, 7-5 untuk Sabalenka, dan petenis Belarusia itu berhasil mencapai semifinal sebelum akhirnya kalah dari Amanda Anisimova.
Namun, ia memberi Branstine momen yang tak terlupakan setelah memastikan match point.
Branstine melanjutkan: "Di net, tidak banyak yang terjadi, tapi dia hanya bilang 'kamu cantik sekali'.
Baca Juga: Tim Bulutangkis Indonesia Siap Tampil di Japan Open 2025, Ginting Kembali Bertempur
"Saya tidak percaya. Dan saya seperti, 'kamu juga.' Lalu kami tertawa. Itulah obrolan singkat kami.
"Tapi itu sangat menyenangkan. Saya menyukainya sebagai pribadi. Dia gadis yang hebat, pemain yang luar biasa.
"Saya merasa bisa berteman dengannya. Mungkin suatu saat nanti."