Terlalu Andalkan Naturalisasi, Timnas Indonesia Dinilai Belum Mampu Saingi Jepang

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Kamis, 8 Mei 2025 | 23:00 WIB
Media Jepang soroti naturalisasi pemain Timnas Indonesia dan China, sebut belum jadi ancaman serius bagi Jepang di Asia. (pssi)
Media Jepang soroti naturalisasi pemain Timnas Indonesia dan China, sebut belum jadi ancaman serius bagi Jepang di Asia. (pssi)

SportlinkNews - Media olahraga Jepang, Soccer Digest Web, menyoroti kebijakan naturalisasi yang dilakukan oleh Timnas Indonesia dan China jelang putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sorotan tersebut muncul karena Jepang yang sudah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia kini akan menghadapi dua negara yang tengah aktif merekrut pemain keturunan atau asing untuk memperkuat skuad mereka.

Dalam laporannya, media tersebut membandingkan pendekatan Indonesia dan China dalam membangun kekuatan tim nasional.

Baca Juga: Rekam Jejak Inter Milan dan PSG Menuju Final Liga Champions di Munich Jerman

Indonesia memilih jalur naturalisasi pemain diaspora, terutama yang berasal dari Eropa.

Belanda menjadi negara penyumbang terbesar bagi Timnas Garuda, mengingat hubungan historis kedua negara di masa lalu.

Sebaliknya, China mengambil langkah berbeda dengan menawarkan kewarganegaraan kepada pemain asing yang tampil di Liga Super China.

Baca Juga: Luis Enrique Bawa Les Parisiens ke Final Liga Champions, Ini Data dan Fakta Menarik Duel PSG vs Arsenal

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat timnas mereka dengan talenta berkualitas tinggi dari luar negeri yang sudah berkiprah di kompetisi domestik.

Menanggapi fenomena tersebut, Soccer Digest Web mengingatkan bahwa Jepang bukan negara baru dalam hal naturalisasi.

Jepang pernah menerapkan strategi serupa sejak tahun 1965 dengan menaturalisasi Nelson Yoshimura.

Baca Juga: PSS Sleman Cetak Sejarah Baru Lolos Verifikasi AFC Club Licensing

Pada dekade 1990-an, beberapa pemain asing di J.League juga diberikan status warga negara Jepang.

Namun, tren tersebut perlahan menghilang seiring dengan keberhasilan federasi sepak bola Jepang (JFA) dalam membangun sistem pembinaan usia dini sejak awal 1990-an.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: Soccer Digest

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB
X