SportlinkNews - Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, menegaskan bahwa Timnas Indonesia wajib menang atas Cina pada laga lanjutan putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia jika ingin menjaga asa lolos ke putaran keempat.
"Sekarang kita tidak lagi bicara peluang, kita harus menang melawan Cina. Karena hanya dengan kemenangan itu, Indonesia bisa melangkah ke babak keempat. Ini target yang tidak bisa ditawar oleh pelatih Patrick Kluivert," ujar Akmal kepada media di Jakarta, Jumat, 30 Mei 2025.
Menurutnya, komposisi skuat Indonesia saat ini merupakan yang paling mewah dalam sejarah Timnas Indonesia, baik dari segi pemain maupun pelatih.
Hal itu menjadikan momen ini sebagai kesempatan emas bagi Indonesia untuk unjuk gigi di level dunia.
Baca Juga: Kevin Diks Belum Gabung Timnas Indonesia, Erick Thohir Pastikan Tak Cedera Lagi
"Saat ini level Cina dengan materi pemain yang kita miliki itu ada di bawah Indonesia, walaupun secara rangking dunia FIFA, Cina berada di atas Indonesia. Jadi untuk sekarang apa yang harus dilakukan? Ya kita harus bisa menyiapkan tim ini dengan baik, sehingga kita bisa memenangkan petandingan," tegasnya.
Indonesia saat ini sedang menjalani pemusatan latihan di Bali, dan bersiap menghadapi dua laga krusial, melawan Cina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), pada 5 Juni 2025 dan menghadapi Jepang di partai terakhir pada 10 Juni 2025 di Osaka.
Meski pada pertemuan pertama Indonesia kalah 1-2 dari China, Akmal optimistis dengan peluang Garuda untuk membalikkan keadaan.
"Walaupun beberapa pemain absen seperti Maarten Paes, Sandy Walsh, dan Eliano Reijnders, kita tidak perlu panik. Masih ada Emil Audero, Lilipaly, Beckham Putra, Yakob Sayuri yang bisa menjadi solusi," jelasnya.
Baca Juga: Erick Thohir Targetkan Indonesia Juara ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025
"Now or never, sekarang atau tidak sama sekali. Kita harus buktikan bahwa level kita sudah bisa bersaing. Ini momentum, apalagi laga lawan Cina digelar bertepatan dengan malam takbiran, atmosfer stadion pasti luar biasa," ucap Akmal kemudian.
Karena kemenangan atas Cina itu dinilai Akmal akan memberikan kepercayaan diri lebih kepada para pemain. Sehingga bila bisa bawa tiga poin penuh, maka setidaknya beban melawan Jepang dinilainya akan lebih ringan.
"Kalau kita menang lawan Cina, saat lawan Jepang tekanannya jauh lebih ringan. Jepang mungkin turunkan tim kedua, tapi justru itu bisa jadi kejutan karena mereka pasti ngotot ingin unjuk diri. Tapi target realistis kita adalah menang lawan Cina, bukan sekadar imbang,” tutup Akmal.
Artikel Terkait
Piala Uber 2024: Final Indonesia vs Cina, Saatnya Membalas Kekalahan 14 Tahun Silam
Kickoff Indonesia vs Cina Lebih Malam, Atmosfer SUGBK akan Lebih Membara?
Piala Sudirman 2025: Ulangan Laga Klasik Dua Tahun Lalu Terjadi di Semifinal, Jepang vs Cina
PSSI-FIFA Tinjau Kesiapan GBK Jelang Laga Indonesia vs Cina
Kevin Diks Belum Gabung Timnas Indonesia, Erick Thohir Pastikan Tak Cedera Lagi