SportlinkNews - Emil Audero menantikan debutnya bersama Tim Nasional Indonesia di laga melawan Cina pada lanjutan putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2025 zona Asia, 5 Juni mendatang di SUGBK, Jakarta.
Dia mengaku bangga pada akhirnya bisa mewakili Indonesia untuk pertama kalinya.
Ia mengaku tidak ada momen yang membuatnya gugup. Bahkan sebaliknya, Emil tampil tenang dan fokus pada permainan.
Baca Juga: GBK Terlalu Panas, Media China Ikut Soroti Stamina Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
"Saya tidak ingin terbawa suasana emosional yang bsia berdampak negatif. Tapi saya tidak gugur, justru saya sangat senang dan mendapatkan kesempatan bermain di timnas adalah sebuah kebanggan besar," tegasnya dalam sesi wawancara bersama media saat latihan malam di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Juni 2025.
Emil masuk sebagai kandidat kuat untuk mengawal mistar skuat Garuda, menggantian posisi Maarten Paes yang absen karena akumulasi kartu.
Ia sadar bahwa tekanan akan datang, terutama di laga penting seperti ini, namun ia memilih untuk menghadapinya dengan kendali penuh atas dirinya. Mentalitas Emil yang tenang ini jadi aset penting bagi lini pertahanan Indonesia.
Baca Juga: Berkat Bimbingan Herry IP, Aaron Chia/Soh Wooi Yik Akhiri Puasa Gelar 17 Tahun Malaysia di Singapore Open
Sejak bergabung dalam pemusatan latihan timnas di Bali dan kini melanjutkan persiapan di Jakarta, Emil melihat adanya perkembangan signifikan dalam kekompakan timnas.
"Kami punya waktu lebih baik untuk persiapan sekarang dibandingkan Maret lalu. Minggu lalu di Bali adalah kesempatan bagus untuk membangun koneksi, dan sekarang kami lanjutkan di Jakarta," kata kiper Palermo ini.
"Saya merasa positif, dan saya rasa seluruh tim juga merasakannya," tambah Emil.
Baca Juga: Kisah Ferry Anto, Filippo Inzaghi dari Persis Solo yang Jadi Simbol Kesetiaan
Meski baru dua kali datang ke Jakarta, termasuk kali ini, Emil mengaku langsung jatuh hati pada atmosfer dan semangat para pendukung timnas. Ia menyebut dukungan suporter sebagai kekuatan tambahan di lapangan.
"Itu luar biasa. Perasaan yang sulit dijelaskan, apalagi setelah pertandingan ketika semua terhubung, pemain, staf, pelatih, dan fans. Saya hanya bisa bilang terima kasih dan terus dukung kami. Para fans bisa menjadi pemain ke-12 bagi kami," imbuhnya.
Artikel Terkait
Mental Sempat Drop, Bomber China sampai Konsultasi Psikolog Sebelum Lawan Timnas Indonesia
China Pakai 3 Strategi Hidup Mati untuk Kalahkan Timnas Indonesia
Kevin Diks Sudah Bergabung Timnas Indonesia, Kluivert Sebut Belum Tentu Dimainkan Melawan China
Bomber Andalan China Anggap Laga Kontra Timnas Indonesia seperti Partai Final
GBK Terlalu Panas, Media China Ikut Soroti Stamina Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia