PSSI Tetapkan Syarat Multibahasa bagi Calon Pelatih Timnas Putri

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:50 WIB
Timnas Putri Indonesia U20 saat berhadapan dengan Turkmenistan U20 di Kualifikasi Piala Asia Wanita U20 2026 di Yangon, 10 Agustus 2025. Indonesia menang telak tapi belum lolos putaran final. (PSSI)
Timnas Putri Indonesia U20 saat berhadapan dengan Turkmenistan U20 di Kualifikasi Piala Asia Wanita U20 2026 di Yangon, 10 Agustus 2025. Indonesia menang telak tapi belum lolos putaran final. (PSSI)

SportlinkNews - Kemampuan berkomunikasi dalam berbagai bahasa kini menjadi syarat utama yang ditetapkan PSSI bagi calon pelatih Timnas Putri Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang menegaskan pihaknya tengah mencari sosok pelatih tepat untuk menggantikan Joko Susilo menakhodai skuad Garuda Pertiwi.

Joko saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Pelatih Timnas Putri Indonesia. Ia untuk sementara menggantikan posisi Satoru Mochizuki, yang kini dialihkan PSSI sebagai Technical Advisor.

Baca Juga: Marc Marquez Perkasa di MotoGP 2025, Kokoh di Puncak Klasemen Bersama Ducati

Kemampuan berbahasa ini dinilai penting, mengingat ada banyak pemain diaspora yang kini membela Timnas Putri Indonesia. 

"Pemain kita ini mix kultur, ada Sydney Hopper dan Katarina Matilda Putri dari Amerika, ada juga yang dari Belanda. Saya ingin pelatih yang multi-language, supaya saat di pinggir lapangan mudah berinteraksi secara cepat," kata Erick Thohir dikutip dari d'hattrick, Rabu, 20 Agustus 2025.

Menurut Menteri BUMN tersebut, PSSI tetap akan memaksimalkan peran Satoru Mochizuki yang memiliki jaringan luas di sepak bola Jepang.

Baca Juga: Crystal Palace Luncurkan Seragam Baru Musim 2025/26 dengan Tema Klasik yang Disegarkan

Mochi, sapaan akrabnya, disebut mampu membuka peluang kerja sama untuk pengembangan sepak bola putri Indonesia, termasuk kesempatan trial bagi beberapa pemain ke klub-klub Jepang. 

"Link dia di Jepang luar biasa. Hubungan Coach Mochi dengan J-League baik, jadi perannya sebagai technical advisor tetap sangat penting," ujar Erick.

Komitmen sama

Erick pun menegaskan, bahwa pihaknya memiliki komitmen yang sama untuk membangun sepak bola putri. PSSI, ujarnya tidak membeda-bedakan antara timnas putra dan putri. 

Baca Juga: Timnas U-23 Indonesia Hadapi Korea Selatan, Gerald Vanenburg Pilih TC Singkat

"Timnas putri kita sempat mati suri cukup lama, tapi sekarang kita bangun lagi. Saya janji, timnas putri tidak boleh dibedakan dengan timnas putra," kata Erick.

Belum lama ini, Timnas Putri senior tampil di Piala AFF Putri 2025, meski hasilnya belum menggembirakan. Tim asuhan Joko Susilo menutup fase grup sebagai juru kunci setelah kalah telak dari Thailand dan Vietnam, serta imbang melawan Kamboja.

Agenda terdekat, Timnas Putri U16 tampil di Piala AFF U-16 pada 20-29 Agustus di Solo. Indonesia masuk Grup A bersama Malaysia dan Timor Leste.

Baca Juga: Hingga Pekan Kedua, 141 Ribu Lebih Penonton Saksikan Langsung Tim Kebanggaannya Bermain di Super League 2025/26

Erick menyadari perjalanan sepak bola putri masih jauh dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya, apalagi Filipina yang sudah menembus Piala Dunia. Namun, ia menegaskan pembangunan timnas putri harus dilakukan bertahap.

"Tidak ada yang namanya kemenangan instan, semua pasti butuh proses. Tapi pola-polanya sudah mulai terlihat, seperti hasil tim U19 yang bisa seri lawan India dan menang 4-0 di laga berikutnya. Itu jadi tanda bahwa kita sudah mulai berkembang," ucapnya menambahkan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: d'hattrick

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X