Timnas Putri U-16 Indonesia Gugur di Semifinal ASEAN 2025, Australia Tantang Thailand di Final

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 05:20 WIB
Pemain Timnas Putri Indonesia U16, Febi Arum di jaga dua pemain Australia yang secara postur lebih tinggi dalam semifinal Kejuaraan ASEAN Putri U16 2025 di Solo, 27 Agustus 2025 malam.  (PSSI)
Pemain Timnas Putri Indonesia U16, Febi Arum di jaga dua pemain Australia yang secara postur lebih tinggi dalam semifinal Kejuaraan ASEAN Putri U16 2025 di Solo, 27 Agustus 2025 malam. (PSSI)

SportlinkNews - Langkah Timnas Putri Indonesia U16 harus terhenti di babak semifinal Kejuaraan ASEAN Putri U16 2025. Garuda Pertiwi Muda kalah 0-3 dari Australia dalam laga yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Rabu, 27 Agustus 2025.

Tiga gol Australia dicetak oleh Abbie Skye Puckett pada menit ke-22 dan 28, serta Kaya Jugovic pada menit ke-59.

Hasil ini membuat Indonesia gagal melangkah ke final, dan akan berhadapan dengan Vietnam dalam laga perebutan peringkat ketiga pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Di pertandingan semifinal lain, Vietnam harus mengakui keunggulan Thailand U-16 setelah kalah 1-3. Dengan demikian, final akan mempertemukan Australia vs Thailand.

Baca Juga: Update Timnas Indonesia: Erick Thohir Bicara Soal Thom Haye hingga Kondisi Ivar Jenner

Duel tersebut akan menarik perhatian karena Thailand merupakan juara bertahan tiga edisi terakhir, sedangkan Australia pernah sekali meraih trofi pada edisi perdana tahun 2009.

Pelatih Timnas Indonesia, Timo Scheunemann usai pertandingan mengatakan bahwa sejauh ini dengan dukungan yang luar biasa dari para suporter memberikan atmosfer yang bagus bagi para pemainnya.

Karena dukungan itu dinilainya membuat kepercayaan diri para pemainnya meningkat. 

Tapi, diakuinya, memang para pemainnya harus belajar banyak dari lawan mereka, Australia, yang dinilainya bermain bukan hanya dengan keuntungan postur tubuh, tetapi bagaimana mereka bermain dari kaki ke kaki itu sangat yakin. 

Baca Juga: Erick Thohir: Alasan di Balik Pemilihan China Taipei sebagai Lawan Garuda di FIFA Matchday 2025

"Kedua, sesuatu yang bisa kita pelajari dari laga ini, kalau kita tertekan tidak masalah, kita tadi pindah 4-2-3-1 ke 5-2-3-0. Tapi, pada saat kita dapat bola, kita harus main tenang, pada saat kita rebut bola kita selalu kasih ke lawan," ungkap Timo lagi. 

Kasus ini dinilai sama dengan saat Singapura melawan Australia di laga penyisihan. Disiplin bertahan, bisa rebut bola, tetapi malah dikasihkan ke pemain yang ada tekanan. 

"Tadi kita seperti itu, rebut bola, udah bener pergeserannya, sudah bagus. Double six-nya kerja, bisa rebut bola, eh, dikasihkan ke teman yang ada tekanan. Jadi tidak berkembang, no shoot on ball, itu secara offense," tegas Timo menambahkan. 

Baca Juga: Cadillac Bersiap Menguji Mobil F1 Menjelang Debut 2026, Seluruh Anggota Tim Wajib Ikuti Simulasi Balapan

Lalu secara defense, ya penugasan yang tadi banyak jadi masalah. Siapa jaga siapa, itu yang dilihat Timo di laga ini kurang rapi. 

"Buat babak kedua, sudah jauh lebih rapi setelah kita rubah pola ke 5-2-3-0. Tapi intinya, sebenarnya kalau kita bisa lepas dari 2-3 stasiun, sudah pasti berkembang kita bisa main, itu masalahnya di situ. Namun, okelah karena ini lawan Australia, minimal bisa mengimbangi lah," tutur Timo. 

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa capaian Indonesia U-16 putri tetap patut diapresiasi.

Baca Juga: Kejuaraan Dunia 2025: Melaju ke Babak 16 Besar, Ini Komentar Gregoria Mariska Tunjung

"Langkah timnas putri Indonesia U-16 harus terhenti di semifinal setelah kalah dari Australia. Hasil ini menjadi pengalaman berharga bagi timnas U-16 putri untuk terus berkembang di masa depan," tulis Erick. 

"Apapun hasil yang diraih, mereka sudah berjuang sekuat tenaga untuk Indonesia. Kita akan terus beri dukungan terbaik untuk Garuda Pertiwi Muda," tambahnya.

Sementara itu, terkait posisi pelatih timnas putri, Erick mengungkapkan bahwa PSSI masih menunggu rekomendasi dari Komite Eksekutif, Vivin Cahyani Sungkono yang ditugaskan khusus untuk mencari kandidat. 

Baca Juga: Sahabat Megawati Muncul di Korea, Kembali ke Red Sparks? Gia: Kita Lihat Saja!

Erick menyebut kemungkinan besar sosok pelatih berasal dari Jepang agar sejalan dengan pengembangan timnas putri yang sudah memiliki saat ini dengan ada Satoru Mochizuki sebagai Technical Advisor dan Akira Higashiyama di U19.

PSSI juga menyiapkan peran Technical Director Alexander Zwiers yang akan fokus membangun sistem pembinaan dari level bawah.

Erick menambahkan, kemukinan juga mulai tahun depan Alex akan menugaskan satu pelatih khusus untuk Technical Director Timnas Putri agar lebih fokus. 

Yuk gabung channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Super League, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, Sport Science, Culture, Fashion hingga seputar KONI. Klik di sini (JOIN)

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PSSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X