SportlinkNews - Skuat Timnas Indonesia U-23 kembali bersemangat menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Berbekal pengalaman pahit di ASEAN Cup U-23 2025, pelatih Gerald Vanenburg mengajak Muhammad Ferrari dan kawan-kawan untuk melupakan kegagalan dan fokus pada misi baru yang lebih besar.
Dalam sesi jumpa pers di dalam jumpa pers di Movenpick, Surabaya, Selasa, 2 September 2025, Vanenburg menyampaikan bahwa kegagalan di turnamen sebelumnya adalah pelajaran berharga, bukan akhir dari segalanya.
Baca Juga: Isak Pecahkan Rekor Transfer, Pakai Jersey Nomor 9 Liverpool
Ia mengakui bahwa kekalahan dari Vietnam adalah akibat dari ketidakmampuan timnya mengubah penguasaan bola menjadi gol.
"Hal itu yang menjadi pekerjaan rumah dan kita akan merubah hal tersebut," tegas Vanenburg dengan nada optimis.
Ia mengajak seluruh elemen tim untuk mengambil langkah progresif, dari sekadar mendominasi penguasaan bola menjadi tim yang lebih tajam di lini depan.
Baca Juga: Cetak Kemenangan Pertama Bhayangkara Presisi Fokus Laga Demi Laga untuk Meraih Kemenangan di Super League 2025/26
Vanenburg menekankan bahwa proses peningkatan performa tidak bisa terjadi dalam semalam. Menurutnya, Timnas Garuda Muda harus melalui tahapan demi tahapan untuk mencapai level yang lebih tinggi.
Sedikit mengevaluasi hasil Piala AFF kemarin, pelatih asal Belanda itu melihat adanya peningkatan signifikan, terutama dalam penguasaan bola, saat melawan Vietnam.
Kini, ia bertekad untuk membawa timnya ke level berikutnya, yaitu dengan mengubah dominasi penguasaan bola menjadi lebih banyak gol.
Baca Juga: Bintang NBA Jeremy Lin Umumkan Pensiun, Tutup Karier 15 Tahun yang Penuh Kisah Inspiratif
"Kita harus bersikap normal, berada di posisi bawah, memikirkan hal-hal, dan kita harus meningkatkan level. Langkah demi langkah," ungkap Vanenburg.
"Kita tidak perlu melihat ke belakang, kita hanya perlu belajar dari hal-hal yang telah kita lakukan," katanya kemudian.
Dengan misi berat di depan, yaitu lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2026, Timnas U-23 akan berjuang di Grup J melawan Laos, Makau, dan Korea Selatan.
Baca Juga: Max Verstappen Akui Kelemahan Mobil RB21 yang Dikendarainya Usai Balap di GP Belanda
Dukungan penuh dan semangat pantang menyerah diharapkan dapat menjadi modal utama bagi Garuda Muda untuk meraih hasil terbaik.
Laos akan menjadi lawan pertama Indonesia. Vaneburg pun berharap, dalam laga akan berlangsung pada 3 September 2025 di Gelora Delta Sidoarjo, skuatnya bisa memetik hasil positif.
Artikel Terkait
Tanggapi Surat Kabar Korea, Pelatih Kim Sang-sik Ungkap Rahasia Istimewa Timnas U23 Vietnam Juara
Kakang Rudianto Optimistis Timnas U23 Indonesia Lolos Kualifikasi Piala Asia 2025
Robi Darwis Ingin Bawa Timnas U23 Indonesia Lolos ke Piala Asia U23 2026
Tak Dipanggil Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Nikmati Jeda Internasional di Thailand
PSSI Kantongi Izin, Laga Timnas Indonesia Boleh Dihadiri 15 Ribu Penonton