SportlinkNews - Timnas Putri Indonesia makin dekat dengan penentuan skuat final untuk SEA Games 2025 Thailand. Pekan depan sebelum 2 Desember 2025, daftar pemain timnas putri akan diumumkan.
Saat ini, tim pelatih Timnas Putri masih menanti kabar dari beberapa pemain diaspora yang masih ditunggu surat pelepasannya dari klub.
Dari sembilan diaspora yang masuk dalam proyeksi Timnas Putri untuk SEA Games 2025, masih ada dua nama yang belum menyerahkan surat tertulis kesediaan klub melepas pemainnya.
Baca Juga: Hasil Super League: Persib Tundukkan Madura United FC, Thom Haye Cetak Gol Perdana
Mereka yakni Isabelle Nottet dan Isabel Kopp, yang sama-sama memperkuat Hera United di Liga Belgia.
Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani Sungkono mengatakan, secara prinsip para pemain diaspora mendapatkan izin dari klub untuk bergabung ke timnas. Hampir semua sudah mengonfirmasi kesediaannya, hanya tinggal Nottet dan Kopp.
Kedua merupakan pemain baru Timnas Putri Indonesia. Mereka debut bersama Garuda Pertiwi saat laga uji coba internasional melawan Taiwan, Sabtu, 29 November kemarin.
Baca Juga: Owen Hargreaves Ungkap Syarat Utama agar Man United Bisa Jadi Penantang Gelar Liga Inggris
"Setelah kami mendapatkan konfirmasi kedua pemain diaspora, kami akan langsung merilis daftar final pemain yang akan dibawa ke Thailand. Seharusnya sebelum tanggal 2, karena kita sudah harus berada di sana," imbuhnya.
Saat ini, timnas putri sendiri masih menunggu jadwal keberangkatan menuju SEA Games dari pihak Komite Olimpiade (NOC) Indonesia. Indonesia sendiri menempati Grup C bersama Myanmar dan Filipina.
Garuda Pertiwi dijadwalkan menghadapi Filipina pada laga pembuka 8 Desember. Kemudian pertandingan kedua melawan Myanmar akan berlangsung pada 12 Desember 2025.
Baca Juga: World Tour Finals 2025: Indonesia Tantang Para Favorit Tanpa Status Unggulan
Jadwal itu merupakan yang terbaru setelah mundurnya Kamboja dari persaingan di SEA Games 2025. Perubahan jadwal itu dinilai Vivin menjadi suatu keuntungan bagi timnas putri Indonesia, karena memberikan ruang lebih untuk pemulihan.
"Kita punya keuntungan jeda empat hari pertandingan pertama ke pertandingan kedua. Recovery-nya cukup panjang dan bisa dimanfaatkan lebih untuk mematangkan permainan," tambah Vivin.
Artikel Terkait
Timnas Putri Indonesia Tersingkir dari ASEAN Women’s Championship, Joko Susilo Akui Tantangan Berat
Piala ASIA: Timnas Putri Indonesia Tersingkir dalam Skenario Sengit, Vietnam Meyakinkan
Jadi Pemain Timnas Putri Indonesia Pertama Dikontrak Utrecht, Begini Komentar Claudia Scheunemann
Timnas Putri Indonesia Merasa Menyesal di Kandang Sendiri Meskipun Baru Mencetak Rekor?
Jelang SEA Games Thailand dan FIFA Matchday Timnas Putri Indonesia Jalani TC di Jepang