SportlinkNews - Tim Nasional Indonesia U-17 tengah berada dalam fase penuh tekanan menjelang keikutsertaan di dua ajang penting tahun ini.
Rentetan hasil kurang memuaskan dalam laga uji coba internasional menjadi alarm bagi skuad muda Garuda sebelum tampil di level Asia Tenggara dan Asia.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto belum mampu menunjukkan konsistensi.
Baca Juga: Hoki Indonesia Kunci Tiket Asian Games 2026 Usai Tumbangkan Thailand
Kekalahan demi kekalahan harus diterima, termasuk saat berhadapan dengan tim-tim kuat seperti China, Korea Selatan, India, hingga Thailand. Hasil tersebut menegaskan bahwa level persaingan yang akan dihadapi nanti tidak bisa dianggap ringan.
Meski begitu, situasi ini tidak sepenuhnya dipandang negatif. Pengamat sepak bola Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, menilai proses yang sedang dijalani tim Indonesia masih dalam tahap pembentukan.
Ia mengingatkan agar publik tidak terburu-buru memberikan tekanan berlebihan kepada pelatih dan pemain.
Baca Juga: ASEAN Championship 2026: Garuda Futsal Bidik Kemenangan atas Malaysia demi Amankan Puncak Grup
Menurutnya, komposisi skuad saat ini masih minim pengalaman di laga berintensitas tinggi.
Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih untuk membangun mental bertanding sekaligus meningkatkan kualitas permainan dalam waktu yang terbatas.
"Sejarah sepak bola Indonesia di level remaja bagus. Jadi semua kemungkinan masih bisa terjadi," katanya.
Baca Juga: Semifinal Piala FA: Manchester City dan Chelsea Tentukan Nasib
Di tengah sorotan tersebut, Indonesia justru akan memegang peran penting sebagai tuan rumah Piala AFF U-17 2026 yang digelar di Sidoarjo dan Gresik, 11-23 April mendatang.
Turnamen ini menjadi kesempatan bagi Garuda Muda untuk bangkit sekaligus mengukur kesiapan menghadapi lawan-lawan utama di kawasan, seperti Vietnam dan Malaysia.
Setelah itu, tantangan yang lebih berat sudah menanti di Piala Asia U-17 2026, 5-12 Mei, di Arab Saudi. Ajang ini menjadi penentu langkah Indonesia menuju panggung dunia, karena menjadi jalur kualifikasi ke Piala Dunia U-17 2026 di Qatar.
Baca Juga: Gasperini: Roma Terpukul Telak dalam Kekalahan Menyakitkan 5-2
Dengan waktu persiapan yang semakin sempit, evaluasi menyeluruh menjadi kunci.
Tim pelatih diharapkan mampu meramu strategi yang tepat agar performa tim meningkat signifikan, sehingga Garuda Muda tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi mampu bersaing di level tertinggi.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Piala Kemerdekaan 2025: Hadapi Tajikistan di Laga Perdana, Timnas U17 Usung Misi Tampil Maksimal
Nova Arianto Ingatkan Timnas U17: Duel Lawan Mali Bakal Jadi Final Baru
Piala Kemerdekaan 2025: Tanpa Rotasi, Timnas U17 Bidik Kemenangan atas Mali
Saatnya Kita Dukung Timnas U17
Timnas U17, Wakil Asia Tenggara Satu-satunya yang lolos fase kualifikasi.