SportlinkNews - Persaingan di Grup A ASEAN Championship 2026 diprediksi berlangsung ketat. Timnas Indonesia akan menghadapi Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste demi memperebutkan tiket ke fase gugur.
Di atas kertas, Vietnam menjadi lawan terberat Garuda dalam perebutan posisi juara grup. Keseriusan tim berjuluk Golden Star Warriors itu bahkan sudah terlihat sebelum turnamen bergulir.
Di mana Pelatih Vietnam sempat hadir untuk memantau langsung pemusatan latihan singkat Timnas Indonesia saat FIFA Matchday sebelumnya.
Baca Juga: Antisipasi Teror Suporter Meksiko, Inggris Siapkan Strategi Khusus di Kamar Pemain
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menilai langkah tersebut menunjukkan Indonesia kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan sepak bola di Asia Tenggara.
"Pelatih Vietnam datang melihat timnas kita. Itu menunjukkan mereka juga tidak menganggap remeh Indonesia," ujar Sumardji dalam acara Water Break PSSI Pers di N Brand Experience Center, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Mungkin mereka melihat kita sebagai lawan terberat, makanya mereka melakukan pengamatan secara detail. Sebaliknya, kita juga harus lebih detail lagi."
Baca Juga: Berbeda dari FIFA, UEFA Takkan Terapkan Prestianni Law di Kompetisi Eropa
Menghadapi persaingan di Grup A, PSSI tidak hanya mempersiapkan tim dari sisi fisik dan teknik.
Sumardji menegaskan, proses pemusatan latihan di Bali pada 5-25 Juli akan menjadi fase penting untuk menyatukan tiga aspek utama, yakni fisik, mental, dan taktikal.
Selama pemusatan latihan, seluruh pemain akan dipantau secara individual. Setiap penampilan akan dievaluasi secara rinci sebelum tim pelatih menentukan 24 hingga 26 pemain yang masuk skuad final ASEAN Championship 2026.
Baca Juga: Prediksi Kolombia vs Ghana: Duel Seru Bakal Terjadi di Stadion Kansas City
"Yang utama bagaimana fisik, mental, dan taktikal bisa benar-benar menyatu. Selama TC nanti kami akan menganalisis setiap pemain secara detail sebelum menentukan skuad akhir," imbuhnya.
Selain memetakan kekuatan internal, tim pelatih juga telah menyiapkan analisis terhadap seluruh calon lawan.
Sumardji mengungkapkan, PSSI memiliki sistem khusus untuk mempelajari pertandingan-pertandingan Vietnam dan tim lain di Grup A guna mengidentifikasi kelebihan maupun kelemahan mereka.
Baca Juga: Pemulihan Lancar, Johann Zarco Targetkan Kembali Membalap di September 2026
"Dari situ kami bisa membaca kekuatan lawan. Kami punya sistem untuk menganalisis pertandingan Vietnam dan tim-tim lain, sehingga kami mengetahui kekurangan dan kelebihan mereka," tuturnya.
Meski Vietnam menjadi sorotan utama, Sumardji mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh meremehkan Singapura, Kamboja, maupun Timor Leste.
Menurutnya, setiap pertandingan di fase grup memiliki tingkat kesulitan tersendiri sehingga persiapan harus dilakukan secara menyeluruh.
Baca Juga: Antisipasi Teror Suporter Meksiko, Inggris Siapkan Strategi Khusus di Kamar Pemain
"Dari TC sebelumnya pada Mei lalu, ada beberapa catatan evaluasi. Bukan hanya soal mental, tetapi juga beberapa aspek lain yang akan kami sampaikan kepada pemain saat TC dimulai pada 5 Juli nanti agar mereka bisa memperbaikinya," ungkap Sumardji.
Dengan persiapan yang lebih panjang serta analisis mendalam terhadap setiap lawan, PSSI berharap Timnas Indonesia mampu melewati ketatnya persaingan di Grup A.
Langkah itu diharapkan menjadi awal bagi Garuda untuk mengakhiri penantian panjang dengan meraih gelar ASEAN Championship pertama dalam sejarah.
Artikel Terkait
Herdman: Tanpa Trofi Justru Peluang Indonesia Ciptakan Sejarah di ASEAN Championship
ASEAN Championship 2026: Garuda Futsal Bidik Kemenangan atas Malaysia demi Amankan Puncak Grup
Herdman: Timnas Indonesia Jalani ASEAN Championship 2026 dengan Fokus Bertahap
Demi Kejar Gelar ASEAN Championship 2026, Timnas Indonesia Jalani TC Panjang di Bali
Sumardji: ASEAN Championship Bukan Turnamen "Piala Ciki"