Menurut peraturan FIFA, 15% kursi kosong pada pertandingan melawan China akan dialokasikan untuk kelompok suporter yang mewakili pesan-pesan antidiskriminasi, termasuk keluarga dan organisasi sosial yang secara aktif mengkampanyekan kesetaraan dalam sepak bola.
FIFA ingin menyampaikan pesan yang jelas bahwa tidak ada toleransi untuk segala bentuk diskriminasi.
Di saat yang sama, mereka berharap Indonesia dapat menyelenggarakan pertandingan dengan penonton yang banyak tetapi dengan cara yang aman dan pantas.
Baca Juga: The Beard Menggunakan Julukan UNO untuk Adidas Harden Vol. 9
Kendati dilarang, Indonesia masih punya peluang untuk mengukir sejarah. Jika mampu mengalahkan China dan Bahrain tidak mampu mengalahkan Arab Saudi, mereka akan lolos ke putaran keempat Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola negara ini.