Jelang jeda internasional Juni yang tinggal menghitung pekan, Kluivert belum menunjukkan tanda-tanda akan hadir di Indonesia.
Baca Juga: Pelatih Persib Bakal Turunkan Pemain yang Jarang Tampil di Sisa Pertandingan Liga 1 2024/2025
Sebaliknya, aktivitas lebih banyak dilakukan oleh asisten pelatih, Gerald Vanenburg.
Vanenburg aktif mengunjungi klub-klub lokal, menyaksikan pertandingan, bahkan hadir dalam sesi latihan dan berdiskusi dengan para pelatih.
Dalam lima bulan pertama masa kerja mereka, Vanenburg tampak lebih aktif dan berkomitmen secara langsung terhadap perkembangan pemain di level domestik.
Baca Juga: Tyrone del Pino Tidak Ambil Pusing Soal Gelar Individu Liga 1: Kalau Dapat, Itu Bonus
Kondisi ini menjadi perhatian media internasional, termasuk News Star dari Korea Selatan.
Media tersebut menyamakan kondisi Kluivert dengan Klinsmann, dan menyebut ketidakhadiran pelatih di negara yang dilatihnya sebagai indikasi lemahnya komitmen.
“Klinsmann kedua? Dampak dari pemecatan Shin Tae-yong, amarah Indonesia meledak!" tulis News Star dalam laporannya.
Baca Juga: Studi Mengukur Pengaruh Brand Media Sosial Pemain Sepak Bola Wanita Profesional
Media tersebut juga menyindir Kluivert yang tertangkap kamera tengah menyaksikan laga El Clasico, padahal seharusnya fokus pada persiapan Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia.
Jika dibandingkan dengan pendahulunya, Shin Tae-yong, Kluivert memang terlihat kurang intens berada di Indonesia.
Shin bahkan rela menetap dalam jangka waktu lama, menjelajahi stadion, dan tetap tinggal di Indonesia meskipun sudah tidak menjabat sebagai pelatih.