SportlinkNews - Kongres Biasa PSSI selain menghasilkan perubahan Statuta 2019 menjadi Statuta 2025, juga menghasilkan keputusan penting lainnya.
Pada Statuta 2025 akan memberikan peran yang lebih besar kepada daerah, terutama kepada Asosiasi Provinsi PSSI (Asprov), Asosiasi Kota (Askot) dan Asosiasi Kabupaten (Askab).
Mereka akan memiliki peran penting untuk menjadi ujung tombak perkembangan sepak bola nasional.
Baca Juga: Patrick Kluivert Siapkan 23 Pemain Timnas Indonesia untuk Hadapi China di SUGBK
Kemudian, salah satu keputusan penting Kongres Biasa PSSI lainnya yaitu menetapkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi Dewan Kehormatan PSSI.
Dalam penjelasannya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa Presiden Prabowo menerima jabatan Dewan Kehormatan PSSI yang juga sebelumnya sudah disetujui oleh anggota kongres biasa yang berlangsung pada hari ini.
"Presiden Prabowo menerima sebagai dewan kehormatan," ujar Erick Thohir di sela-sela Kongres PSSI di Jakarta, 4 Juni 2025.
Baca Juga: Hasil Kongres PSSI: Perubahan Statuta PSSI, Daerah Jadi Ujung Tombak Sepak Bola Nasional
"Selama ini kita selalu di PSSI dengan pemerintah ada pemikiran-pemikiran yang belum sinkron. Sudah saatnya harus sejalan sehingga tidak ada lagi intervensi ataupun egosektoral dari kita PSSI," ujar Erick.
Erick menambahkan, PSSI sebagai federasi, perlu dana pemerintah, ketika Timnas Indonesia bagus kita bilang itu karena PSSI.
Baca Juga: Media Asing Unggulkan Timnas Indonesia Tekuk China
"Kita lupa pemerintah juga menyumbang. Sekarang dengan kita jalan seiring, ada bapak Presiden, Ketum PSSI, FIFA, AFC, melakukan konsolidasi secara menyeluruh."
"Kita ini Asia, bukan Eropa, yang semua independen, disini tidak jalan," ungkap Erick Thohir.
"Kalau pemerintah dan PSSI jalan seiring, Insya Allah isu-isu intervensi pemerintah ini kita bisa minimalisasi. Membangun sepak bola tidak mungkin PSSI sendiri," tegas Erick.