SportlinkNews - Media negeri berpenduduk satu miliar itu tak ragu menyebut bahwa ini adalah tim China terlemah sepanjang sejarah.
“Kenapa ini tim sepak bola China terlemah sepanjang sejarah? Mari kita analisis bersama,” tulis 163.com (China) mengawali tulisannya.
Kekalahan 0-1 dari Timnas Indonesia pada Kamis 5 Juni malam itu resmi mengakhiri peluang China untuk berlaga di Piala Dunia 2026. Dan ini membuat publik negeri berpenduduk satu miliar itu kecewa.
Baca Juga: Media China Sebut Memalukan Kekalahan dari Timnas Indonesia
Untuk membuktikan pendapatnya, wartawan ini mengutip bukti prestasi tim China selama bertahun-tahun: “Pada 1957, saat tim sepak bola China pertama kali berlaga di kualifikasi Piala Dunia, mereka kalah 0-2 dari Indonesia."
Banyak pemain yang tidak terbiasa dengan iklim setempat, demam dan insomnia sangat memengaruhi performa mereka. Namun, mereka membentur tiang gawang tiga kali dalam pertandingan itu.
Pada era 1980-an, tim sepak bola dari negeri satu miliar penduduk itu perlahan-lahan mulai merambah dan masuk ke puncak benua.
Pada 1984, tim China berhasil meraih posisi runner-up Piala Asia. Pada 1992, tim tersebut berhasil mencapai semifinal turnamen ini, dan 2 tahun kemudian berhasil meraih medali perak ASIAD. Pada kualifikasi Piala Dunia 1990 dan 1998, tiket ke babak selanjutnya hanya tinggal “selangkah” lagi dari tim China.
Baca Juga: Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Lolos, Arab Saudi Tekuk Bahrain
Penulis melanjutkan: “Sejak Piala Dunia 2006 hingga 2014, tim China gagal melaju ke babak kualifikasi final kawasan Asia sebanyak tiga kali berturut-turut. Yang paling disesalkan, pada babak kualifikasi Piala Dunia 2006, tim China terhenti di babak kedua karena hanya tertinggal 1 gol dari Kuwait.
Namun, pada kurun waktu tersebut, prestasi mencapai final Piala Asia 2004 dan menjuarai Piala Asia Timur sebanyak dua kali (2005, 2010) cukup memuaskan penggemar China.
Memasuki babak selanjutnya, China meski tidak bermain dengan baik, tetap mampu mencapai perempat final Piala Asia 2015 dan 2019.
Baca Juga: Jadi MVP Tiga Kali Beruntun, Ole Romeny Siap Kalahkan Jepang
Bahkan menurut penilaian situs berita 163.com, meski hanya memenangi 1 pertandingan pada babak kualifikasi ketiga Piala Dunia 2022.