Skuad Garuda diperkuat banyak pemain keturunan Indonesia, mayoritas berasal dari Belanda dan bermain di berbagai klub Eropa.
Baca Juga: David da Silva Jadi Pemain Asing Terakhir yang Meninggalkan Persib Bandung
Langkah ini terbukti efektif karena Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang lolos hingga babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Steve Darby menyebut bahwa kehadiran pemain profesional yang berpengalaman di liga top dunia menjadi kunci kemajuan tim-tim ASEAN.
“Masalahnya sederhana. Tim dengan lebih banyak pemain berkualitas memiliki peluang lebih besar untuk sukses,” ucap Darby dikutip dari VnExpress.
Baca Juga: PSIM Yogyakarta Pertahankan Rafinha Mesin Gol Laskar Mataram, Ancaman Bagi Tim Mapan Liga 1
Menurutnya, jika Indonesia dan Malaysia terus menambah pemain profesional, khususnya yang terbiasa bermain di Eropa atau Amerika Selatan, maka mereka berpeluang besar untuk mendominasi sepak bola ASEAN.
Namun, Darby juga mengingatkan bahwa strategi ini dapat berdampak kurang baik terhadap perkembangan pemain lokal.
Ia mencontohkan situasi di Vietnam, yang juga mulai menaturalisasi pemain asal Brasil.
Baca Juga: Bali United FC Segera Memulai Latihan Perdana di Bawah Komando Johnny Jansen
Menurutnya, ketergantungan pada pemain asing bisa menghambat pengembangan talenta asli dalam jangka panjang.
Berdasarkan ranking FIFA terkini, Thailand dan Vietnam masih berada di posisi atas untuk kawasan ASEAN.
Thailand menempati peringkat ke-99 dunia, sementara Vietnam berada di posisi ke-109.
Baca Juga: Peringkat Terbaru Piala Dunia Antarklub FIFA 2025